Jual-Beli Manusia ke Malaysia (03), Siapa Cukongnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan investigasi “Jual-Beli Manusia ke Malaysia” di Majalah Tempo pekan ini, mengenai  jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya , khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur (NTT).


    Baca terlebih dahulu:

    Jual-Beli Manusia ke Malaysia (01), Alur Transfer Rp 2 Miliar

    Jual-Beli Manusia ke Malaysia (02), Identitas dan Paspor Bodong

    Manajer NG Bersatu di Puchong, Ng Jing Hao, membenarkan melalui Oey Wenny Gotama. Perwakilan NG Bersatu Sdn Bhd, perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia ada pembayaran ke perusahaan penyalur tenaga kerja di Indonesia. Rp 2 miliar, banyaknya.

    Namun, Wenny mengaku tak mentransfer miliaran rupiah itu ke pemilik PT Cut Sari Asih—perusahaan perekrut TKI yang berkantor di Medan. "Saya tidak tahu soal perdagangan manusia," kata Wenny, yang mengaku berkewarganegaraan Indonesia.

    Laporan Investigasi di Majalah Tempo 20-26 Maret 2017 tentang perdagangan manusia melaporkan jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya, khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur. Jika jumlah TKI legal di Malaysia mencapai 1,2 juta orang. Jumlah TKI ilegal diperkirakan dua kali lebih besar. Mereka kerap tak memperoleh haknya, bahkan terkadang disiksa atau dibunuh

    Infografik: Berdagang Orang ke Malaysia

    Namun, Jing Hao juga mengaku pernah bermitra dengan PT Cut Sari Asih. Tapi dia menolak jika perusahaannya disebut merekrut TKI ilegal. "Semua dilengkapi izin kerja," kata dia.

    Investigasi: Jaringan 'Mafia' Penjual Manusia

    Kepala Kepolisian Resor Kupang, Ajun Komisaris Besar Adjie Indra, mengatakan Cut Sari Asih telah mengirim sedikitnya 251 TKI ilegal ke Malaysia. Di NTT, sepanjang 2015-2016 diperkirakan lebih dari 2.200 orang menjadi korban perdagangan manusia ke Malaysia. Sedikitnya ada tujuh jaringan penjual manusia di NTT. Belum semuanya terungkap.

    Menurut Adjie, jaringan perdagangan manusia di NTT didanai oleh agen di Malaysia. "Cara kerjanya sama dan melibatkan bandar besar di Malaysia," katanya, menjelaskan.

    TIM INVESTIGASI

    Simak berita lain:

    Suap Pejabat Pajak, Ipar Jokowi Akan Bersaksi di Pengadilan

    Video Terkait:
    Investigasi Majalah Tempo: Perdagangan Manusia ke Malaysia
    Korban Perdagangan Manusia, 8 TKI Brebes Diselundupkan Lewat Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.