Jual-Beli Manusia ke Malaysia (02), Identitas dan Paspor Bodong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan investigasi “Jual-Beli Manusia ke Malaysia” di Majalah Tempo pekan ini, mengenai  jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya , khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Baca terlebih dahulu:

    Jual-Beli Manusia ke Malaysia (01), Alur Transfer Rp 2 Miliar

    Hubungan NG Bersatu di Malaysia, salah satu penyalur tenaga kerja Indonesia dengan Cut Sari Asih dan jaringan penjual manusia di NTT terlihat dari pengiriman Sarlin Agustina Djingib, TKI asal Sabu Raijua, NTT. Sarlin tiba di negeri jiran pada Agustus 2015. Kala itu, usianya belum 20 tahun. "Semua identitas palsu dan paspor dibikin oleh anak buah Yohanes," ujarnya.

    Laporan Investigasi di Majalah Tempo 20-26 Maret 2017 tentang perdagangan manusia melaporkan jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya, khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur. Jika jumlah TKI legal di Malaysia mencapai 1,2 juta orang. Jumlah TKI ilegal diperkirakan dua kali lebih besar. Mereka kerap tak memperoleh haknya, bahkan terkadang disiksa atau dibunuh

    Infografik: Berdagang Orang ke Malaysia

    Sarlin terbang ke Batam dan dijemput oleh Angellin Wijaya, putri Seri Safkini. Angellin lalu mengantar dia ke Pelabuhan Batam Centre untuk menyeberang ke Johor Bahru. Seseorang yang tak ia kenal lalu mengantarnya ke kantor NG Bersatu di Puchong, Selangor. Sarlin kemudian diambil Jasmin, warga Malaysia keturunan India. Hingga kini, Sarlin tak memiliki izin kerja.

    Investigasi: Jaringan 'Mafia' Penjual Manusia

    Oey Wenny Gotama membantah kabar bahwa dia mentransfer miliaran rupiah ke rekening Seri Safkini. Tapi manajer NG Bersatu di Puchong, Ng Jing Hao, membenarkan. "Wenny membayar ke perusahaan di Indonesia," kata Jing Hao. Jing Hao juga mengaku pernah bermitra dengan PT Cut Sari Asih. Tapi dia menolak jika perusahaannya disebut merekrut TKI ilegal. "Semua dilengkapi izin kerja."

    Seri Safkini dan putrinya, Angellin Wijaya, belum bisa dimintai komentar. Rumah mereka di Kalideres, Jakarta Barat, kosong. Di Medan, penampungan Cut Sari Asih di Medan Johor, yang digerebek polisi pada Agustus 2016, digembok rapat. Seri kini berstatus buron.

    TIM INVESTIGASI

    Simak berita lain:
    Aksi Semen Kaki, Petani Tak Mau Pulang Sebelum Ketemu Jokowi

    Video Terkait:
    Investigasi Majalah Tempo: Perdagangan Manusia ke Malaysia
    Korban Perdagangan Manusia, 8 TKI Brebes Diselundupkan Lewat Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.