Mempertanyakan Keseriusan Pemerintah Selesaikan Kasus 1965

Reporter

Ketua Steering Committee IPT Dolorosa Sinaga menyerahkan salinan lengkap putusan final International People Tribunal (IPT) 1965, di kantor Komnas HAM, Jakarta, 25 Juli 2016. Keputusan itu menyatakan, Indonesia bersalah atas sembilan kejahatan kemanusiaan termasuk genosida yang terjadi 1965-1966. Karenanya, Pemerintah direkomendasikan meminta maaf kepada para korban, penyintas, dan keluarga korban.TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - International People’s Tribunal (IPT) 1965, Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia  atau YLBHI mempertanyakan keseriusan pemerintah menangani peristiwa pelanggaran hak asasi manusia 1965. "Tidak ada tindak lanjut," ujar Panitia Pengarah Kongres IPT 1965, Dolorosa Sinaga, kemarin, 19 Maret 2017.

Dolorosa menyatakan ketidakjelasan ada pada hasil simposium 1965 yang diselenggarakan pemerintah pada April tahun lalu. Salah satu hasil simposium  menyatakan pemerintah terlibat dalam tragedi 1965 dan harus menyatakan permintaan maaf serta melakukan rehabilitasi. Simposium ini merupakan kelanjutan dari hasil sidang Mahkamah Rakyat Internasional di Den Haag, Belanda, pada pertengahan November 2015.

Baca juga:
Putusan Tribunal Soal 'Genosida' 1965 Akan Diserahkan ...

Menurut Dolorosa, rencana pengungkapan kebenaran kandas dengan batalnya pembentukan Komite Kepresidenan untuk Pengungkapan Kebenaran. Malah, ucap dia, ada rencana membentuk Dewan Kerukunan Nasional. "Lembaga ini justru memanipulasi langkah rekonsiliasi menjadi kerukunan dan menyingkirkan pengungkapan kebenaran," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan pemerintah berencana membentuk Dewan Kerukunan Nasional (DKN) untuk menangani konflik horizontal skala nasional. Ia menyatakan tak menutup kemungkinan terlibatnya DKN dalam penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia masa lalu secara nonyudisial. "Kalau pelanggaran HAM tak bisa selesai secara yudisial, akan ke nonyudisial juga,” kata Wiranto.

HUSSEIN ABRI DONGORAN

Simak:
Keseharian Demo Para Petani Kendeng, Suara Aksi Semen Kaki






Penumpasan G30S: Jejak Sarwo Edhie Wibowo Sang Komandan RPKAD

1 hari lalu

Penumpasan G30S: Jejak Sarwo Edhie Wibowo Sang Komandan RPKAD

Sarwo Edhie dan pasukannya bertugas menumpas kelompok G30S dan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat itu dianggap bertanggung jawab terhadap G30S.


Cerita Prajurit RPKAD Temukan Sumur di Lubang Buaya Tempat Jasad 6 Jenderal Korban G30S

2 hari lalu

Cerita Prajurit RPKAD Temukan Sumur di Lubang Buaya Tempat Jasad 6 Jenderal Korban G30S

Hari ini 57 tahun silam, pasca G30S, personel RPKAD menemukan sebuah sumur tua di Lubang Buaya area Halim tempat 6 jasa jenderal dan 1 kapten.


Menapaki Jejak Keterlibatan CIA dalam G30S

3 hari lalu

Menapaki Jejak Keterlibatan CIA dalam G30S

David T. Johnson, dalam bukunya mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, melalui tangan-tangan CIA, turut terlibat dalam G30S pada 30 September 1965.


Daftar Buku yang Membedah Peristiwa G30S

5 hari lalu

Daftar Buku yang Membedah Peristiwa G30S

Banyak buku yang diterbitkan dalam beragam versi membahas peristiwa G30S. Di antara buku itu ada Gestapu 65 PKI, Sjam, Bung Karno Nawaksara dan G30S.


Satu Peristiwa Empat Nama: Apa Beda G30S, Gestapu, Gestok, dan G30S/PKI

5 hari lalu

Satu Peristiwa Empat Nama: Apa Beda G30S, Gestapu, Gestok, dan G30S/PKI

Tiap 30 September, Indonesia mengenang tragedi kelam G30S. Terdapat beberapa istilah lainnjya seperti Gestapu, Gestok dan G30S/PKI.


Foto Bersama Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Sebelum G30S di Museum AH Nasution

5 hari lalu

Foto Bersama Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Sebelum G30S di Museum AH Nasution

Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani sempat berfoto bersama 2 bulan sebelum peristiwa G30S. Foto tersebut bisa dilihat di Museum AH Nasution.


Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Foto Bersama 2 Bulan Sebelum Tragedi G30S

8 hari lalu

Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Foto Bersama 2 Bulan Sebelum Tragedi G30S

Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Nasution dikenal akrab semasa hidupnya. Mereka menjadi korban dalam penyerangan G30S dini hari itu.


Partai Mahasiswa Indonesia Berawal dari Perpecahan di BEM Nusantara

25 April 2022

Partai Mahasiswa Indonesia Berawal dari Perpecahan di BEM Nusantara

Partai Mahasiswa Indonesia berawal dari perpecahan di tubuh BEM Nusantara.


BEM Nusantara Klaim Pertemuan dengan Wiranto Bukan Upaya Pelemahan Mahasiswa

10 April 2022

BEM Nusantara Klaim Pertemuan dengan Wiranto Bukan Upaya Pelemahan Mahasiswa

"Jangan libatkan pertemuan kemarin sebagai upaya pelemahan gerakan mahasiswa," kata koordinator pulau Jawa BEM Nusantara Ahmad Marzuki


Sudah Ketemu Wiranto, BEM Nusantara Tak Larang Anggotanya Demo 11 April

9 April 2022

Sudah Ketemu Wiranto, BEM Nusantara Tak Larang Anggotanya Demo 11 April

Koordinator BEM Nusantara untuk Pulau Jawa, Ahmad Marzuki menyatakan organisasinya tidak melarang anggotanya untuk tetap menggelar demonstrasi pada 11 April 2022