Dilarang Bawa Barang Curah di Kapal, Warga Pulau Enggano Mengamuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pulau Enggano. TEMPO/Arie Basuki

    Pulau Enggano. TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Bengkulu - Ratusan penumpang kapal ferry Pulo Tello di Pelabuhan Pulau Baai yang sebagian besar adalah warga Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, nyaris menyegel sarana transportasi yang melayani rute Kota Bengkulu-Pulau Enggano itu, Minggu sore, 19 Maret 2017.

    Kekesalan penumpang tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 80 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyebrangan. Aturan itu melarang semua barang curah dimuat di dek atau lantai kapal dan harus diangkut menggunakan mobil.

    Baca: Lembar, Pelabuhan Tertua di Nusantara

    "Peraturan ini terang saja sangat memberatkan penumpang, karena penumpang harus mengeluarkan biaya ongkos mobil," kata Widya, salah seorang penumpang.

    Merasa  keberatan, para penumpang yang dijadwalkan akan menyeberang ke Pulau Enggano itu sempat membuat kericuhan di Pelabuhan Pulau Baai. Namun keributan tersebut tidak meluas karena dapat diantisipasi oleh aparat kepolisian.

    Menurut Widya aturan Menteri Perhubungan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat Enggano yang sangat tergantung dengan pasokan dari Kota Bengkulu. Sebab, beban biaya angkut yang bertambah itu mengakibatkan harga kebutuhan pun meningkat.

    Simak: Kemenhub Wacanakan Relokasi Bandara Rahadi Osman

    "Belum lagi kita juga akan kesulitan membawa hasil bumi yang ada di Enggano seperti pisang. Berapa lagi kita akan jual pisang itu, kalau harganya terlalu tinggi bisa-bisa tidak laku," ujar dia.

    Camat Enggano Marlansius mengatakan telah menyurati Dinas Perhubungan Bengkulu terkait keberatan masyarakat terhadap peraturan baru tersebut. Marlansius berharap dinas terkait dapat mengkaji ulang aturan penggunaan mobil untuk mengangkut barang curah tersebut.

    "Akibat penerapan aturan itu maka harga bahan pokok di Pulau Enggano akan meningkat drastis dan pendapatan masyarakat dari hasil pertanian akan turun drastis," kata dia.

    Lihat: Konstruksi Dermaga Tawiri Ambon Mulai Dikerjakan

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Budi Sujatmiko saat menemui penumpang kapal di Pelabuhan Pulau Baai menyatakan akan melakukan pengkajian kembali terhadap penerapan aturan tersebut.

    "Khusus untuk keberangkatan hari ini dan pulang akan kita perbolehkan gratis seperti sebelumnya, tapi ini sifatnya hanya sementara hingga ada keputusan dari hasil kajian tersebut," ucapnya.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.