NasDem Deklarasi Cagub Jabar, Ridwan Kamil Ceritakan Arti Namanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil. ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf


    TEMPO.CO, Jakarta - Saat Partai NasDem mendeklarasikan Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023 di Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengisahkan arti nama yang disandangnya.

    Ridwan Kamil pun menceritakan tentang arti nama Muhammad Ridwan Kamil di hadapan ribuan warga yang hadir saat acara deklarasi tersebut. "Nama saya Muhammad Ridwan Kamil, itu doa dari orang tua. Muhammad supaya terinspirasi Nabi Muhammad. Ridwan artinya diridhoi atau malaikat surga dan Kamil artinya insan yang sempurna," katanya, Ahad, 19 Maret 2017.

    Baca juga:
    NasDem Deklarasi Ridwan Kamil Cagub, Emil: Saya Sangat Sunda

    Ia berharap arti namanya tersebut bisa menjadi penjaga atau komitmen perjuangan hidupnya untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Emil juga menyampaikan rasa syukur karena hari ini dia mendapatkan kepercayaan dari Partai NasDem untuk menjadi calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

    "Sebuah kepercayaan dari warga Jawa Barat yang diwakili Partai NasDem untuk mencalonkan saya pribadi untuk mengikuti perhelatan Pilgub Jabar 2018-2023, yang Insya Allah dengan niat baik dengan ikhtiar dan proses yang baik akan dimenangkan dengan cara yang baik," kata dia.

    Baca pula:
    Pilkada Jabar 2018, Dedi Merasa Tak Bersaing dengan Ridwan Kamil

    Sedangkan di tempat berbeda, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengungkapkan dia tidak merasa bersaing dengan Ridwan Kamil menjadi orang nomor satu di Jawa Barat. "Saya tidak memandang bahwa dalam politik itu ada saingan. Kenapa harus disebut saingan? Faktanya, semua berbuat kebaikan kepada masyarakat, jadi ini bukan persaingan individu,” ujar Dedi.

    Dedi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu, menyerahkan keputusan pencalonannya kepada DPP Partai Golkar. "Kita tunggu saja keputusan DPP seperti apa," ucapnya. Ia menegaskan dia sering menyampaikan dua hal yang harus diperhatikan dalam upaya pencalonannya tersebut. "Pertama, kehendak alam, dan kedua, kehendak Allah,” katanya.

    ANTARA | NANANG SUTISNA | S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.