Pengamat: Sikap Non-blok SBY dan Demokrat, Egois dan Tak Bagus

Reporter

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyampaikan pidato politik pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di JCC, Jakarta, 7 Februari 2017. Dalam acara ini juga digelar Dies Natalies Partai Demokrat ke-15. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Sikap Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY seolah menjadi representasi sikap politik SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Agus menyatakan, tidak akan mengarahkan para relawan pendukung Agus-Sylvi untuk memilih pasangan calon gubernur tertentu pada putaran kedua Pilkada Jakarta 2017 ini, tak mengejutkan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno. "Sudah terbaca sejak awal, tak jauh beda dengan sikap Partai Demokrat pada Pilpres 2014," katanya.

Baca juga:

Pengamat: Sikap Partai Demokrat Pilkada DKI, SBY Non-blok Terbaca

Berbagai alasan disampaikan Adi, selain menurutnya ketidaksesuaian SBY dengan Prabowo dan Megawati  yang masing-masing mendukung Anies-Sandi dan Ahok-Djarot. Juga, sebagai partai politik, jika mau mendukung, Partai Demokrat harus mendukung yang berpotensi menang, yaitu Ahok-Djarot. Meskipun kecenderungan pemilih Agus-Sylvi mengarah ke Anies-Sandi.

Baca pula:

Pengamat Politik: Bisa Jadi SBY Pakai Jurus Pilpres 2014

"Cuma, jika mendukung Ahok-Djarot, Demokrat harus siap ditinggalkan para konstituennya. Inilah pilihan dilema Partai Demokrat. Akhirnya, Demokrat membiarkan pemilihnya bergerak liar sesuai pilihan hati masing-masing kadernya. Tak mengherankan jika belakangan ini banyak relawan Agus-Sylvy terbelah ke kubu Ahok dan Anies,” katanya.

Sikap non-blok yang ditunjukkan Partai Demokrat di Pilkada DKI Jakarta ini, pendapat Adi,  linear dengan pilihan politik Partai Demokrat di tingkat nasional. "Keinginannya, sepertinya selalu menjadi penyeimbang pemerintah dan oposisi. Sebuah sikap politik yg cari aman sebenarnya," kata Adi.

Jika ini terus dipertahankan, ke depan sepertinya Partai Demokrat akan kesulitan menemukan teman koalisi dalam banyak perhelatan politik elektoral. "Sebab, pilihan non-blok terkesan egois. Secara politik ini tidak bagus, meskipun sebagai pilihan politik Partai Demokrat tetap harus dihargai," kata Adi Prayitno.

S. DIAN ANDRYANTO






Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

12 hari lalu

Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

Mengapa Suciwati kecewa cara penyelesaikan kasus pembunuhan Munir dan pelanggaran HAM berat lain di era Jokowi?


Pesan Anies Baswedan untuk Kedua Putra Haji Lulung

31 Januari 2022

Pesan Anies Baswedan untuk Kedua Putra Haji Lulung

Anies Baswedan bercerita tentang dukungan yang diberikan Haji Lulung kepadanya dalam Pilkada DKI 2017.


Proliga 2022: Begini Kata SBY Usai Saksikan Bogor LavAni Kalahkan Kudus Sukun

8 Januari 2022

Proliga 2022: Begini Kata SBY Usai Saksikan Bogor LavAni Kalahkan Kudus Sukun

SBY ikut menyaksikan kemennagan Bogor LavAni atas Kudus Sukun Badak dalam laga Proliga 2022 di Sentul, Sabtu, 8 Januari.


Proliga 2022: Didirikan SBY, Bogor LavAni Diperkuat Banyak Pemain Binaan Sendiri

6 Januari 2022

Proliga 2022: Didirikan SBY, Bogor LavAni Diperkuat Banyak Pemain Binaan Sendiri

Bogor LavAni, yang didirikan SBY, bakal melakukan debut dalam kompetisi bola voli paling bergengsi PLN Mobile Proliga 2022.


MUI DKI Bikin Cyber Army, Taufik Gerindra: Buzzer Terus Serang Anies Baswedan

20 November 2021

MUI DKI Bikin Cyber Army, Taufik Gerindra: Buzzer Terus Serang Anies Baswedan

Taufik menyampaikan penyerang ini selalu mengatakan bahwa Anies Baswedan memenangkan Pilkada, karena politik identitas.


Ketahui Apa Saja Gejala Kanker Prostat

2 November 2021

Ketahui Apa Saja Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat menyasar pria dewasa sampai berusia lanjut. Apa saja gejala kanker prostat?


Kanker Prostat Adalah Populer Sejak Muncul Kabar SBY Akan Berobat ke Luar Negeri

2 November 2021

Kanker Prostat Adalah Populer Sejak Muncul Kabar SBY Akan Berobat ke Luar Negeri

Sejak tersiar kabar Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengidap kanker prostat, masyarakat mencari tahu kanker prostat adalah.


Jelang Pilpres 2024, Beberapa Parpol Ini Potensial Jadi Rumah Ridwan Kamil

7 Oktober 2021

Jelang Pilpres 2024, Beberapa Parpol Ini Potensial Jadi Rumah Ridwan Kamil

Moncernya karier dan tingginya popularitas Ridwan membuat sejumlah partai mendekatinya. Berikut jejak kedekatan Ridwan Kamil dan sejumlah parpol


Baca Pleidoi Rizieq Shihab Singgung Aksi 212, Ahok, dan Pilkada DKI

20 Mei 2021

Baca Pleidoi Rizieq Shihab Singgung Aksi 212, Ahok, dan Pilkada DKI

Rizieq Shihab mengklaim perkara yang menjeratnya bukanlah kasus hukum melainkan politik. Ia kemudian berkisah tentang Pilkada DKI.


Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017

20 Februari 2021

Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017

Menurut Henry, pemerintah disalahkan atas konflik antarmasyarakat itu. Padahal menurutnya, konflik dengan UU ITE paling banyak antarmasyarakat.