Pungli Rp 6,13 M di Samarinda, 25 Saksi Sudah Diperiksa Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polda Kaltim Ispektur Jenderal Safaruddin membeber barang bukti berupa uang pecahan R p100 ribu senilai Rp 6,1 miliar dalan operasi tangkap tangan di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudera Sejahtera (Komura), Pelabuhan Samudera dan Terminal Peti Kemas Samarinda, 17 maret 2017. FIRMAN HIDAYAT/SAPRI MAULANA

    Kepala Polda Kaltim Ispektur Jenderal Safaruddin membeber barang bukti berupa uang pecahan R p100 ribu senilai Rp 6,1 miliar dalan operasi tangkap tangan di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudera Sejahtera (Komura), Pelabuhan Samudera dan Terminal Peti Kemas Samarinda, 17 maret 2017. FIRMAN HIDAYAT/SAPRI MAULANA

    TEMPO.CO, Samarinda - Uang kontan sejumlah Rp 6,13 miliar yang diduga sebagai praktek pungutan liar atau pungli di Pelabuhan Peti Kemas Samarinda, mendapat perhatian  pemerintah, hingga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kemarin, Sabtu 18 Maret 2017, meninjau langsung ke Markas Brimob Polda Kaltim, melihat hasil temuan tersebut. Ia menilai itu sebagagi hal yang memalukan.

    Menteri Budi menyerahkan kasus dugaan pungli di pelabuhan peti kemas Samarinda ini ke pihak kepolisian. Termasuk soal tarif tinggi yang dipersoalkan antara pengguna jasa dengan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudera Sejahtera (Komura). Tarif tersebut diakui oleh pihak koperasi sudah atas kesepakatan yang dibahas setiap tahunnya, bukan secara sepihak.

    Baca juga:

    Pungli di Samarinda, Menteri Budi: Siapapun akan Kami Tindak

    "Bagaimana kesepakatan dan kongkalikong yang ada. Polri pasti sudah ada (bukti). Kami menyerahkan pada Polri," ujar Budi.

    Hasil penindakan kasus dugaan pungutan liar di Pelabuhan Peti Kemas Samarinda, polisi terus mengembangkan kasus ini. Sejak hari pertama membongkar, polisi sudah mengamankan 15 orang sebagai saksi.

    Baca pula:

    Pungli Rp 6,1 M di Samarinda, Menteri Budi: Ini Kejadian Dahsyat
    Diperiksa Polisi, Wali Kota Bantah Izinkan Pungli di Samarinda

    Personel tim gabungan kepolisian dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polisi Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Kalimatan Timur Detasemen B Pelopor, dan Kepolisian Resor Kota Samarinda menyita uang senilai Rp 6,13 miliar itu dari ruang bendahara kantor Komura di Jalan Yos Sudarso, Kota Samarinda. Sebanyak 15 tenaga kerja bongkar-muat ditangkap karena diduga menerapkan tarif tinggi untuk jasa bongkar di Pelabuhan Samudera dan Terminal Pelabuhan Peti Kemas Palaran, secara sepihak.

    Memasuki hari kedua, seluruhnya polisi telah memeriksa 25 orang saksi. Dan, kasus tersebut terus dikembangkan pihak kepolisian.

    FIRMAN HIDAYAT/SAPRI MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.