Tragedi Raja Ampat, WWF Dukung Pemerintah Gugat Kapal Caledonian

Reporter

Pemandagan gugusan bukit kars Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 19 November 2016. Selain memiliki keindahan pemandangannya, kawasan Raja Ampat juga mempunyai keindahan pemandangan bawah lautnya yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. TEMPO/Hariandi Hafid

TEMPO.CO, Surabaya – World Wide Fun for Nature (WWF) Indonesia ikut menanggapi kasus kapal Caledonian Sky yang kandas dan merusak terumbu karang di kawasan perairan Raja Ampat.
Organisasi yang menangani masalah konservasi dan restorasi lingkungan tersebut menyatakan tidak akan tinggal diam.

City Leader WWF Indonesia, Amelia menilai langkah pemerintah Indonesia yang akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sangat bagus.

“Kalau melalui jalur hukum begitu kan bisa memberikan efek jera bagi pelakunya,” kata Amelia saat ditemui Tempo di kantor WWF jalan Simpang Dukuh Surabaya, Jumat, 17 Maret 2017.

Baca: Terumbu Karang Raja Ampat, Pemerintah Tambah Rambu-rambu

Amelia berpendapat, penyelesaian melalui jalur hukum bisa mencegah kejadian yang sama agar tidak terulang kembali. Menurut dia, WWF Indonesia akan ikut memantau dan memberikan gagasan kepada pemerintah soal konservasi di wilayah perairan Raja Ampat, Papua Barat.

“Hal yang menjadi perhatian selanjutnya ialah dengan memperketat penjagaan agar tidak sembarang kapal pesiar bisa masuk ke area terumbu karang,” tutur Amelia.

Ragil Siti Rihadini, Nasional Trainer WWF Indonesia menilai rusaknya terumbu karang di perairan Raja Ampat tersebut masuk kategori sangat memprihatinkan. Sebab, kata Siti, terumbu karang Raja Ampat termasuk dalam area segitiga terumbu karang di Indonesia.

Baca: Penyelesaian Perkara Raja Ampat Secara Perdata Butuh Acuan Matang

Siti menuturkan, segitiga terumbu karang merupakan kawasan yang memiliki terumbu karang sangat indah dengan spesies yang banyak pula. Spesies di area segitiga terumbu karang tersebut memiliki 75 persen spesies karang yang ada di dunia.

“Wilayah segitiga terumbu karang itu memang menjadi perhatian banyak orang, termasuk Raja Ampat,” katanya.

JAYANTARA MAHAYU







Tahun Depan, KLHK Gugat Kerusakan Lingkungan Akibat Tumpahan Minyak Montara

2 hari lalu

Tahun Depan, KLHK Gugat Kerusakan Lingkungan Akibat Tumpahan Minyak Montara

Pemerintah akan mengajukan gugatan perdata atas kerugian lingkungan hidup akibat tumpahan minyak Montara di Laut Timur, Nusa Tenggara Timur.


Sejumlah Tempat Wisata Dunia Ini Sebaiknya Tak Dikunjungi pada 2023

16 hari lalu

Sejumlah Tempat Wisata Dunia Ini Sebaiknya Tak Dikunjungi pada 2023

Bukan karena tak menerima wisatawan, tapi lebih dari itu ada banyak alasan lain yang membuat sejumlah tempat wisata sebaiknya tak dikunjungi dulu.


Warga Sidamanik Tolak Konversi Kebun Teh ke Lahan Sawit, Khawatir Jadi Biang Banjir dan Longsor

33 hari lalu

Warga Sidamanik Tolak Konversi Kebun Teh ke Lahan Sawit, Khawatir Jadi Biang Banjir dan Longsor

Konversi lahan teh menjadi sawit tersebut telah menyebabkan munculnya berbagai kerusakan lingkungan, seperti banjir dan longsor.


ESDM: Tambang Ilegal Tersebar di 2.741 Lokasi, Libatkan 3,7 Juta Pekerja

22 Agustus 2022

ESDM: Tambang Ilegal Tersebar di 2.741 Lokasi, Libatkan 3,7 Juta Pekerja

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan kegiatan tambang ilegal kini tersebar di 2.741 lokasi dan melibatkan 3,7 juta pekerja.


KLHK Beri Penghargaan Ganjar, Warga Terdampak Kerusakan Lingkungan Kecewa

21 Juli 2022

KLHK Beri Penghargaan Ganjar, Warga Terdampak Kerusakan Lingkungan Kecewa

Menurut warga, kinerja Ganjar selama menjabat gubernur berbanding terbalik dengan kategori penghargaan yang diberikan.


Ganjar Pranowo Dapat Penghargaan, Warga Terdampak Kerusakan Lingkungan: KLHK Kurang Cermat

21 Juli 2022

Ganjar Pranowo Dapat Penghargaan, Warga Terdampak Kerusakan Lingkungan: KLHK Kurang Cermat

Penghargaan Green Leadership untuk Gubernur Ganjar Pranowo dipertanyakan oleh warga terdampak kerusakan lingkungan di Jawa Tengah.


3 Mahasiswa UMM Lulus Tanpa Skripsi Berkat Bikin Film Dokumenter

4 Juli 2022

3 Mahasiswa UMM Lulus Tanpa Skripsi Berkat Bikin Film Dokumenter

Tiga mahasiswa UMM berhasil lulus kuliah tanpa membuat skripsi. Mereka lulus karena membuat film. Seperti apa filmnya?


Tren Tanah Longsor di Jawa Barat Terus Meningkat Selama 5 Tahun

21 Maret 2022

Tren Tanah Longsor di Jawa Barat Terus Meningkat Selama 5 Tahun

Tanah longsor berkorelasi dengan kerusakan lingkungan yang terjadi.


KPK Sebut Pemkab Solok Teken 5 Poin Penyelamatan Danau Singkarak

29 Januari 2022

KPK Sebut Pemkab Solok Teken 5 Poin Penyelamatan Danau Singkarak

KPK menyatakan mengawasi komitmen Pemerintah Kabupaten Solok untuk memulihkan Danau Singkarak sebagai kekayaan negara


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Banjir Tak Wajar di Kapuas Hulu, Kerusakan Alam

17 November 2021

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Banjir Tak Wajar di Kapuas Hulu, Kerusakan Alam

Topik tentang banjir besar sudah tiga kali merendam wilayah Kapuas Hulu sepanjang tahun ini menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.