Terumbu Karang Raja Ampat, Pemerintah Tambah Rambu-rambu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandagan gugusan bukit kars Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 19 November 2016. Kawasan tersebut merupakan salah satu tempat populer yang banyak dikunjungi wisatawan domestik ataupun internasional di Kabupeten Raja Ampat. TEMPO/Hariandi Hafid

    Pemandagan gugusan bukit kars Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 19 November 2016. Kawasan tersebut merupakan salah satu tempat populer yang banyak dikunjungi wisatawan domestik ataupun internasional di Kabupeten Raja Ampat. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden perusakan terumbu karang di Raja Ampat, Papua membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan di lokasi-lokasi serupa. Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup MR Karliansyah menyatakan pemerintah berencana menambah rambu untuk lokasi-lokasi konservasi dan pariwisata.

    "Sepanjang perjalanan ke Raja Ampat dari Sorong, pembicaraan kami memang akan ke sana," ujar Karliansyah saat berbincang dengan Tempo via telepon, Sabtu, 18 Maret 2017.

    Baca: Detik-detik Kapal Caledonian Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat

    Kapal Caledonian menabrak karang saat air laut surut pada 4 Maret 2017. Kapal pesiar milik operator tur Noble Caledonia itu kandas setelah menyelesaikan perjalanan wisata mengamati keanekaragaman burung serta pementasan seni. Kapal yang dinakhodai Kapten Keith Michael Taylor itu kandas dalam perjalanan menuju Bitung, Sulawesi Utara. Keith merujuk pada petunjuk GPS dan radar tanpa mempertimbangkan faktor gelombang dan kondisi alam lain.

    Kejadian itu mengakibatkan kerusakan terumbu karang, yang diperkirakan seluas 13.533 meter persegi. Minimal ada delapan genus karang yang hancur dan patah berkeping-keping. Diperkirakan, butuh sepuluh tahun untuk memulihkan kondisi keanekaragaman hayati tersebut.

    Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kapal Caledonian Sky menabrak karang di Raja Ampat. Beberapa skenario dikaji mulai dari human error, kerusakan pada GPS kapal, hingga minimnya petunjuk di lokasi kejadian.

    Baca: Dewan Pers Peringatkan Media Berhati-hati Beritakan Pahinggar

    Karliansyah tidak membantah ataupun membenarkan bahwa rambu di lokasi kejadian kurang dari yang seharusnya. Namun, ia menegaskan bahwa zonasi dan buffer di lokasi sudah cukup jelas sehingga seharusnya kapal tidak masuk ke lokasi kejadian.

    Perihal penambahan rambu di tempat lain, Karliansyah menyatakan bahwa hal itu untuk mencegah kasus serupa terjadi. Ia harap kasus di Raja Ampat menjadi kasus yang pertama dan terakhir di Indonesia.

    ISTMAN MP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.