Video Bunuh Diri Pahinggar, Kominfo: Stop Sebarkan di Medsos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO/Budi Yanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika menghimbau kepada masyarakat untuk berhenti menyebarluaskan video rekaman aksi bunuh diri Pahinggar Indrawan, yang sempat viral karena melakukan siaran gantung diri hingga tewas di akun Facebook Live pribadinya.

    “Saya menghimbau bagi siapa saja yang memiliki video tragedi kejadian bunuh diri ini untuk tidak menyebarkan dan segera men-take down lewat apapun, internet juga media sosial,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semmy Pangerapan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 17 Maret 2017.

    Baca : Ini Alasan Pahinggar Siarkan Aksi Bunuh Diri di Facebook.

    Semmy berujar hal itu melanjjar nilai-nilai kemanusiaan juga Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 28 tentang penyebaran informasi yang menyesatkan dan dapat merugikan. “Tragedi seperti ini tidak untuk dipertontonkan,” katanya.

    Pahinggar Indrawan, 50 tahun ditemukan tak bernyawa di rumahnya, di Jalan Kemenyan Nomor 5, RT 8 RW 5, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Maret 2016. Dia tewas usai melakukan aksi gantung diri yang disiarkan secara live melalui akun Facebook miliknya.

    Di lokasi jenazah Pahinggar ditemukan, polisi mengambil sejumlah barang bukti yaitu ponsel pribadi Pahinggar yang dia gunaka untuk menyiarkan aksi bunuh dirinya dan tali rafia berwarna biru.

    Simak : Ribut dengan Istri, Pria Ini Siarkan Aksi Bunuh Diri di Facebook

    Pihak kepolisian menjelaskan tak ada tanda-tanda luka di tubuh Pahinggar. Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Selatan, Komisaris Purwanta mengatakan mayat ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB oleh M Sidiq ketua RT setempat, setelah dia diminta datang oleh anak Pahinggar.

    Purwanta pun membenarkan Pahinggar sedang memiliki masalah dengan istrinya. "Jam 04.00 WIB terjadi keributan antara korban dengan isterinya permasalahan cemburu," kata dia. Hal ini senada dengan pernyataan Pahinggar sebelum tewas. Saat ini jenazah Pahinggar dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati.

    GHOIDA RAHMAH

    Baca juga : Setya Novanto 2 Kali Lolos MKD, Kasus E-KTP Juga Akan Lolos?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.