Tangani Klithih, DPRD Yogya Usul Patroli Polisi Dibiayai APBD

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

TEMPO/Machfoed Gembong

TEMPO.CO,Yogyakarta - Kalangan DPRD DIY menyatakan siap merumuskan kebutuhan anggaran guna membantu pihak kepolisian meningkatkan patroli untuk menekan aksi klithih yang makin marak di Yogyakarta.

"Kami akan koordinasi dengan kepolisian bagaimana pemerintah daerah bisa membantu penanganan klithih ini khususnya lewat anggaran APBD" ujar Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto Jumat 17 Maret 2017.

Baca : Geng Sekolah Mulai Marak, Yogyakarta Darurat Klithih

Eko menuturkan, pihaknya akan mengirimkan permohonan pada gubernur DIY agar segera membentuk secara resmi tim khusus untuk menanggulangi kriminalitas pelajar yang marak lewat fenomena klithih itu. Tim khusus antar instansi ini dinilai membutuhkan dukungan operasional. Termasuk di dalamnya patroli kepolisian.

Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto menyatakan anggaran dari daerah sangat memungkinkan diberikan pada kepolisian untuk mendukung kinerja aparat.

" Syaratnya kepala daerah membentuk tim terpadu penanggulangan kriminalitas itu dan kepolisian terlibat di dalam tim itu, maka anggaran bisa disalurkan," ujar Arif.

Simak : Aksi Klithih, Polisi Ciduk Tujuh Remaja

Arif menilai untuk meningkatkan frekuensi patroli kepolisian, dalam tim itu polisi bersama pemerintah daerah menyusun program kerja. Dan dalam program itu dicantumkan salah satunya patroli lebih rutin khususnya saat malam hari.

"Bentuk anggarannya bukan hibah. Melainkan rutin melalui dinas yang membawahi tim itu," ujarnya.

Anggota Pansus Raperda Ketertiban Umum DPRD DIY Agus Sumartono mengatakan dalam program tim penanggulangan klithih nanti perlu dicermati beberapa hal. Karena aksi klithih di Yogya berbeda dengan kota lain seperti Jakarta.

"Kejadian di Yogya sering terjadi di luar jangkauan sekolah dan malam hari, serta daerah perbatasan kota kabupaten, ini yang perlu difokuskan tim penanggulangan," ujar Agus.

Baca juga : Keluarga Hasyim Muzadi Adakan Dzikir Tahlil Selama 40 Hari

Kapolda DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri mengatakan dari catatan penanganan klithih pihaknya, hanya Kabupaten Gunungkidul yang terdeksi steril dari gank pelajar dan kekerasan antar pelajar. Sedangkan empat kabupaten/kota di DIY terdeteksi banyak gank bercokol di sekolah dan melakukan aksi kekerasan.

"Sekolah harusnya berani intervensi lebih tegas pada siswanya yang bermasalah agar aksi kekerasan itu bisa ditekan," ujar Dofiri.

Dari ratusan sekolah yang didata kepolisian di empat kabupaten/kota yang memiliki gank pelajar, terdekteksi hanya sekitar empat sekolah steril dan potensi siswa melakukan kekerasan kecil.

PRIBADI WICAKSONO






Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

1 hari lalu

Mohammed bin Salman Tak Bisa Dituntut untuk Kasus Jamal Khashoggi

Mohammed bin Salman punya kekebalan hukum setelah diangkat menjadi perdana menteri Kerajaan Arab Saudi.


DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

2 hari lalu

DPR Papua Barat Dukung TNI - Polri Tumpas KKB Penghambat Pembangunan

Orgenes mengatakan kebiadaban KKB di wilayah itu sangat mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat sipil pada umumnya.


Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

3 hari lalu

Rancangan Perda Kota Religius Depok Ditolak Kemendagri, Wakil Wali Kota Ingin Tahu Alasannya

Kemendagri tidak mengabulkan Rancangan Perda Kota Religius Depok dan wakil wali kota ingin tahu alasannya.


Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

4 hari lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akhirnya ditahan karena pembunuhan Brigadir J. Kak Seto minta negara melindungi anak Putri dan Sambo.


Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

5 hari lalu

Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

Pembunuhan terhadap pekerja jalan transpenghubung Kabupaten Bintuni dan Maybrat itu terjadi pada Kamis kemarin.


Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

6 hari lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

Bharada E disebut dalam keadaan sehat dan didampingi psikolog serta rohaniwan. Bersiap hadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J.


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

11 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

13 hari lalu

Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

Royal Kencana Mansion dilengkapi dengan berbagai spot destinasi alam yang menakjubkan seperti danau, padang pasir, bunga ilalang, dan taman bunga.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

15 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

15 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.