Di Singkawang, Jokowi Santap Cendol dan Foto-foto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Iriana Joko Widodo bersama rombongan makan siang di Rumah Makan Jember, Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Sebelumnya Jokowi meresmikan Pos Lintas Batas Negara Terpadu Nanga Badau, 16 Maret 2017. (facebook.com)

    Presiden Jokowi dan Iriana Joko Widodo bersama rombongan makan siang di Rumah Makan Jember, Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Sebelumnya Jokowi meresmikan Pos Lintas Batas Negara Terpadu Nanga Badau, 16 Maret 2017. (facebook.com)

    TEMPO.CO, Singkawang - Presiden Joko Widodo mencicipi cendol khas Singkawang saat berkunjung ke Grand Mall Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat, 17 Maret 2017. Santap cendol itu setelah meresmikan pos lintas batas Indonesia-Malaysia.

    Presiden duduk santai bersama dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

    Baca: Di Badau Jokowi Santap Rawon

    "Ini cendol asli Singkawang yang terbuat dari daun suji, tepung beras, ketan, dan tepung terigu," kata seorang pelayan restoran "D'Cendol" yang melayani Presiden dan rombongan.

    Sebelum mampir ke D'Cendol, Presiden menyempatkan diri untuk menyapa warga di pusat perbelanjaan itu. Dari lantai tiga hingga lantai dasar Presiden melayani sejumlah permintaan foto bersama warga.

    Warga pun tampak antusias untuk berfoto dengan Presiden baik laki-laki, perempuan, hingga anak-anak. Foto bersama tersebut berlangsung sekitar 30 menit.

    Sebelumnya, Presiden meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk dan membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Keluarga Harapan (PKH) dan pemberian makanan tambahan (PMT) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.