Sengketa Adat, Aliansi Masyarakat Adat: Pemerintah Sering Lamban

Reporter

Masyarakat Adat Cek Bocek

TEMPO.CO, Medan - Masyarakat Adat akan terus memperjuangkan segala hak adatnya meski tanpa dukungan pemerintah. Mereka menilai pemerintah sering lamban dalam menyelesaikan kasus-kasus masyarakat adat.

"Sekalipun Pemerintah tidak membantu masyarakat adat, kami akan tetap berjuang dan melaksanakan tugas kami sebagai masyarakat adat", ujar Abdon Nababan yang mewakili Masyarakat Adat dalam Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke-5 di Medan, Jumat, 17 Desember 2017.

Baca: Jokowi Minta Hasil Kongres Masyarakat Adat Disampaikan Langsung

Abdon menuturkan selama ini masyarakat adat tidak pernah bergantung dengan pemerintah. Justru dialog yang selama ini coba dilakukan dengan pemerintah, kata dia, adalah hasil perjuangan masyarakat adat.

Karena pemerintah kerap lamban mengambil sikap, ujar dia, masyarakat adat mengambil inisiatif sendiri. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin maraknya kasus perampasan tanah ulayat yang berujung kekerasan, sedangkan upaya penyelesaian, seperti usulan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat masih belum disahkan sampai saat ini.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ini mengatakan Kongres ke-5 tersebut menjadi semangat baru masyarakat adat untuk memperjuangkan kawasan hutan adat.

Simak: Barisan Pemuda Adat Dorong Pendirian Sekolah Adat di Nusantara

"KMAN ke 5 ini tentunya akan membakar semangat kita lagi untuk melakukan gerakan nasional restorasi wilayah adat,"  ucap Abdon.

Meski gerakan itu telah dimulai sejak 2 tahun lalu, kata dia, proses restorasi akan terus digaungkan hingga hak-hak adat berhasil terpenuhi. Apalagi, menurutnya, semakin banyak hutan adat yang telah hilang.

Abdon meminta pemerintah bertindak kongkrit. Karena bukan tidak mungkin akan kembali terjadi konfrontasi jika pemerintah tidak mengambil tindakan konkrit.

Lihat: Masyarakat Adat Menilai Eksplorasi Tambang Sebagai Ancaman

"Jika terjadi konfrontasi, besar kemungkinan akan terjadi pertumpahan darah yang cukup besar mengingat saat ini solidaritas masyarakat adat yang semakin tinggi", tegas Abdon.

IIL ASKAR MONDZA






Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

12 jam lalu

Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

Kali Biru di Berap pada awal mulanya dikenal sebagai tempat bermain dan tempat menari burung hitam putih berekor panjang


Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

12 jam lalu

Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

Swamening ini dapat menjadi salah satu makanan yang dapat ditawarkan di hotel dan restoran yang ada di Jayapura


Kepala Kampung Putali Berharap KMAN Dapat Memberikan Manfaat

12 jam lalu

Kepala Kampung Putali Berharap KMAN Dapat Memberikan Manfaat

Masyarakat akan menjual hasil kerajinan, hasil kebun, dan hasil tangkapan ikan


Kampung Yokiwa dan Kisah Ikan Yowoli yang Hilang

12 jam lalu

Kampung Yokiwa dan Kisah Ikan Yowoli yang Hilang

Selain Yowi, beberapa spesies asli Danau Sentani yang ikut hilang atau punah adalah ikan Kahemoli, Himeng, Kahebey, Khandey, ikan Gergaji, dan Ebeuw/Kura-kura.


Kampung Homfolo Siapkan Fasilitas untuk 150 Peserta KMAN VI

13 jam lalu

Kampung Homfolo Siapkan Fasilitas untuk 150 Peserta KMAN VI

Fasilitas penunjang lainnya seperti MCK, Air, dermaga, lokasi sarasehan sedang dipersiapkan


Kampung Adat Homfolo, Heasay, dan KMAN VI

13 jam lalu

Kampung Adat Homfolo, Heasay, dan KMAN VI

Homfolo, dalam bahasa Sentani, adalah Bhoungai Aninai


Kampung Adat Homfolo Siapkan 10 Tenaga Medis

13 jam lalu

Kampung Adat Homfolo Siapkan 10 Tenaga Medis

Kampung Adat Homfolo Siapkan 10 Tenaga Medis


Biaya Konsumsi KMAN VI Direncanakan Rp 13 Miliar

15 jam lalu

Biaya Konsumsi KMAN VI Direncanakan Rp 13 Miliar

Dana dan pengolahan konsumsi akan diserahkan ke PW Gereja di setiap jemaat dan Ibu-ibu Majelis Taklim.


BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan Masyarakat Adat Mentawai

4 hari lalu

BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan Masyarakat Adat Mentawai

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan gugus pulau terluar dari Provinsi Sumatera Barat.


Kecelakaan Pesawat Garuda 25 Tahun Lalu, Kecelakaan GA 152 Salah Satu Terburuk?

7 hari lalu

Kecelakaan Pesawat Garuda 25 Tahun Lalu, Kecelakaan GA 152 Salah Satu Terburuk?

Garuda Indonesia GA 152 sering dianggap sebagai kecelakaan pesawat terburuk dalam sejarah penerbangan Indonesia. Kenapa?