Jokowi Minta Hasil Kongres Masyarakat Adat Disampaikan Langsung

Reporter

Diskusi pada Kongres Masyarakat Adat Nusantara V di Medan, Sumatera Utara, Rabu, 15 Maret 2017. Tempo/Danang F.

TEMPO.CO, Medan – Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menuturkan Presiden Joko Widodo berencana mengundang representasi masyarakat adat nusantara untuk membicarakan perihal pengakuan wilayah adat. Pertemuan tersebut rencananya digelar pekan depan.

Rencana pertemuan dengan perwakilan masyarakat adat akan dilakukan sebagai tindak lanjut Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-5. “Kami serahkan ke AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) nanti siapa yang diundang,” ujar Teten pada Kongres Masyarakat Adat Nusantara V di Medan, Jumat, 17 Maret 2017.

Baca:  Barisan Pemuda Adat Dorong Pendirian Sekolah Adat di Nusantara

Menurut Teten Presiden Jokowi dijadwalkan hadir dalam puncak kongres namun batal  karena tengah meresmikan Pos Lintas Batas Negara Terpadu Aruk, di Sambas Kalimantan Barat.

Teten menuturkan meski tidak hadir kongres, Presiden meminta agar hasil kongres bisa disampaikan secara langsung melalui pertemuan khusus. Selain itu, Presiden dalam tahap awal juga meminta roadmap distribusi hampir 13 juta hektare lahan hutan adat dari total sekitar 40 juta hektare yang menjadi tuntutan masyarakat adat.

Teten menyampaikan komitmen Presiden Jokowi dalam pengakuan wilayah adat. Menurut dia, Presiden Jokowi meminta penyelesaian wilayah adat dilakukan langsung oleh kementerian terkait. Dalam hal ini adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Simak: Masyarakat Adat Menilai Eksplorasi Tambang Sebagai Ancaman

Teten berujar pembentukan badan maupun satuan tugas yang santer bergulir kurang begitu efektif untuk menyelesaikan wilayah adat. “Presiden ingin langsung menjawab substansi,” kata dia. Di samping itu, kata Teten, Presiden juga ingin pelepasan lahan adat bisa diterima oleh masyarakat adat dengan tepat agar tidak dikuasai pihak lain.

Teten menambahkan, setelah pengakuan dan penyerahan wilayah adat kepada masyarakat adat, Presiden Jokowi ingin wilayah-wilayah itu menjadi kekuatan ekonomi. Untuk itu pihaknya meminta Kementerian Perekonomian untuk menyusun rencana pengembangan ekonomi.

Lihat: Kesal Lingkungan Rusak, Kapolda Bangka Belitung Sindir Pengusaha Timah

“Membuat konsep pemberdayaan ekonomi, harus betul-betul jadi kekuatan ekonomi baru,” kata dia. Pihaknya juga memastikan tak ada lagi pembukaan lahan sawit bagi perusahaan agar lahan bisa dimanfaatkan masyarakat.

DANANG FIRMANTO






Sambut HUT TNI ke-77, Presiden Jokowi Pimpin Parade Senja di Kemenhan

8 jam lalu

Sambut HUT TNI ke-77, Presiden Jokowi Pimpin Parade Senja di Kemenhan

Presiden Jokowi memimpin parade senja dan upacara penurunan bendera di Kementerian Pertahanan.


Presiden Jokowi akan Pimpin Jajak Pasar IKN Pertengahan Oktober Ini

12 jam lalu

Presiden Jokowi akan Pimpin Jajak Pasar IKN Pertengahan Oktober Ini

Dalam jajak pasar itu, Jokowi akan berdialog langsung dengan calon investor yang sudah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di IKN.


Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

13 jam lalu

Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

Partai Nasdem resmi usung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Pada 2014, Nasdem menjadi partai pertama mendukung PDIP mengusung Jokowi sebagai Capres.


Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Stafsus: Jangan Biasakan Prank Aparat

13 jam lalu

Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Stafsus: Jangan Biasakan Prank Aparat

Gugatan terhadap Jokowi soal ijazah palsu diajukan oleh seorang bernama Bambang Tri Mulyono ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

14 jam lalu

Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

Kali Biru di Berap pada awal mulanya dikenal sebagai tempat bermain dan tempat menari burung hitam putih berekor panjang


Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

14 jam lalu

Kuliner Swamening Diharapkan Masuk Pasar Modern

Swamening ini dapat menjadi salah satu makanan yang dapat ditawarkan di hotel dan restoran yang ada di Jayapura


Kepala Kampung Putali Berharap KMAN Dapat Memberikan Manfaat

15 jam lalu

Kepala Kampung Putali Berharap KMAN Dapat Memberikan Manfaat

Masyarakat akan menjual hasil kerajinan, hasil kebun, dan hasil tangkapan ikan


Kampung Yokiwa dan Kisah Ikan Yowoli yang Hilang

15 jam lalu

Kampung Yokiwa dan Kisah Ikan Yowoli yang Hilang

Selain Yowi, beberapa spesies asli Danau Sentani yang ikut hilang atau punah adalah ikan Kahemoli, Himeng, Kahebey, Khandey, ikan Gergaji, dan Ebeuw/Kura-kura.


Kampung Homfolo Siapkan Fasilitas untuk 150 Peserta KMAN VI

15 jam lalu

Kampung Homfolo Siapkan Fasilitas untuk 150 Peserta KMAN VI

Fasilitas penunjang lainnya seperti MCK, Air, dermaga, lokasi sarasehan sedang dipersiapkan


Kampung Adat Homfolo, Heasay, dan KMAN VI

16 jam lalu

Kampung Adat Homfolo, Heasay, dan KMAN VI

Homfolo, dalam bahasa Sentani, adalah Bhoungai Aninai