BPLS Berganti PPLS, Bagaimana Skema Ganti Rugi Korban Lumpur?  

Reporter

Warga melakukan tabur bunga dalam rangka memperingati 10 tahun tragedi semburan lumpur Lapindo di titik 71 Desa Ketapang, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 30 Mei 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengambil alih tugas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang dibubarkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2017. Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Anita Firmanti Eko Susetyowati mengatakan tugas BPLS akan diambil alih Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. "BPLS akan berganti nama menjadi Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS)," ucapnya kepada Tempo, Kamis, 16 Maret 2917.

Anita menjelaskan, lembaga baru ini harus melakukan beberapa pekerjaan, salah satunya validasi ulang korban penerima ganti rugi. Dia berujar, berkas data sebagian warga di kawasan terkena dampak lumpur tidak bisa dibuktikan. "Berkas-berkas itu harus dicek lagi," tuturnya.

Baca: BPLS Dibubarkan, Pansus Lapindo DPRD Sidoarjo Minta Penjelasan

Meski menegaskan komitmen untuk terus membayar ganti rugi yang belum selesai, Anita mengatakan pemerintah tidak bisa begitu saja membayarkannya. "Kalau benar-benar clear, bisa. Kalau tidak, suatu saat bisa jadi kasus lain," ucapnya.

Sampai saat ini, masih ada 213 berkas warga dan fasilitas umum/sosial yang berlokasi di 66 rukun tetangga di luar peta area terdampak (PAT) lumpur Lapindo. Ada pula 84 berkas korban yang berada di dalam PAT tap belum dibayar. Penyebabnya, ujar Anita, dari kelengkapan administrasi, masalah waris, sampai debat soal status tanah basah-tanah kering yang berbeda nilai ganti ruginya.

Rencananya, PPLS mulai bekerja pada pekan depan. Anita menjelaskan, tugasnya tidak akan berbeda dengan yang selama ini ditangani BPLS. Namun, selain membayarkan ganti rugi, lembaga baru ini akan menata kawasan yang terkena luapan lumpur Lapindo agar bisa dikembangkan. "Kami tidak akan membiarkannya terus seperti itu. Nanti akan dilakukan pengendalian, yang mungkin belum bisa berjalan terpadu sebelumnya," tuturnya.

Baca: Pengusaha Korban Lumpur Lapindo Tak Dapat Dana Talangan 

Warga korban lumpur Lapindo yang belum mendapat ganti rugi menyambut baik perubahan BPLS menjadi PPLS. Koordinator korban lumpur Lapindo, Abdul Fattah, menilai BPLS kurang serius menyelesaikan masalah ganti rugi. Fattah mengaku sering diundang ke pertemuan BPLS untuk membahas pelunasan ganti rug, tapi tak kunjung terealisasi. Padahal sebagian berkas mereka sudah divalidasi bersamaan dengan 13 ribu berkas lain yang sudah dilunasi.

Menurut Fattah, masih ada 150-an warga korban lumpur di dalam PAT yang belum mendapat ganti rugi. Dari jumlah itu, 83 berkas belum mendapat pelunasan, 30 berkas belum mendapat ganti rugi sepeser pun, dan sisanya tidak jelas.

Juru bicara BPLS, Khusnul Khuluk, menyangkal jika lembaganya disebut tak serius menyelesaikan ganti rugi. Menurut dia, pembayaran ganti rugi bergantung pada pencairan dana dari PT Minarak Lapindo Jaya selaku juru bayar PT Lapindo Brantas Inc. "Kalau Minarak sepakat, ya selesai," tuturnya. Ketidaksepakatan itu menyangkut masalah waris serta ketidakcocokan data yang dimiliki Minarak dengan warga mengenai status tanah basah-tanah kering. Khusnul menyebutkan ada 84 berkas senilai Rp 49 miliar yang belum lunas dibayar.

Baca: BPLS Bubar, Soekarwo: Peran Diambil Kementerian Pekerjaan Umum

Direktur Utama Minarak Lapindo Jaya Andi Darussalam Tabusalla menyatakan tetap berkomitmen membayar ganti rugi korban lumpur yang ada di dalam PAT. "Kami tunggu dana talangan dari pemerintah," katanya. Ihwal ketidaksepakatan dengan korban lumpur, ia mempersilakan warga menyelesaikannya di pengadilan.

ANGELINA ANJAR | NUR HADI (SIDOARJO)







DPR Desak Pemerintah Kejar Utang Lapindo, Kemenkeu Serahkan ke Kejaksaan Agung

56 hari lalu

DPR Desak Pemerintah Kejar Utang Lapindo, Kemenkeu Serahkan ke Kejaksaan Agung

DPR meminta pemerintah segera menuntaskan penagihan piutang negara atas dana talangan kasus lumpur Lapindo.


Rekomendasi Puluhan Destinasi Wisata Sidoarjo, Bukan Cuma Pulau Lumpur Lapindo

24 Mei 2022

Rekomendasi Puluhan Destinasi Wisata Sidoarjo, Bukan Cuma Pulau Lumpur Lapindo

Kabupaten Sidoarjo salah satu wilayah di Jawa Timur memiliki beragam destinasi wisata. Berikut puluhan destinasi wisata Sidoarjo.


Ini Metode Ekstraksi Logam Tanah Jarang Lumpur Lapindo Menurut Pakar Kimia Unair

1 Februari 2022

Ini Metode Ekstraksi Logam Tanah Jarang Lumpur Lapindo Menurut Pakar Kimia Unair

Proses pemisahan logam tanah jarang di lumpur Lapindo bisa menggunakan senyawa ionik inprinting polimer.


Ditemukan di Lumpur Lapindo, Apa Itu Logam Tanah Jarang?

28 Januari 2022

Ditemukan di Lumpur Lapindo, Apa Itu Logam Tanah Jarang?

Logam tanah jarang atau rare earth merupakan sebuah elemen yang terdiri dari 17 unsur logam.


Ditemukan di Lumpur Lapindo, Ini Beragam Manfaat Logam Tanah Jarang

28 Januari 2022

Ditemukan di Lumpur Lapindo, Ini Beragam Manfaat Logam Tanah Jarang

Logam tanah jarang bermanfaat untuk penggunaan teknologi tinggi, seperti pembuatan pesawat antariksa, semikonduktor, dan lampu teknologi tinggi.


Logam Tanah Jarang di Tapanuli Utara Diselidiki Tahun Ini

22 Januari 2022

Logam Tanah Jarang di Tapanuli Utara Diselidiki Tahun Ini

Kandungan critical raw material dalam Lumpur Lapindo lebih berlimpah daripada logam tanah jarang. Temuan penelitian yang baru berakhir Desember lalu


Terkini Bisnis: Kecelakaan Maut di Balikpapan hingga Perpanjangan PKPU Garuda

21 Januari 2022

Terkini Bisnis: Kecelakaan Maut di Balikpapan hingga Perpanjangan PKPU Garuda

Berita terkini bisnis sepanjang siang ini dimulai dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia soal kecelakaan maut di Balikpapan hingga soal PKPU Garuda.


Temuan Potensi Logam Tanah Jarang di Lumpur Lapindo, ESDM Ungkap Perkembangannya

21 Januari 2022

Temuan Potensi Logam Tanah Jarang di Lumpur Lapindo, ESDM Ungkap Perkembangannya

Kementerian ESDM melakukan kajian yang lebih rinci dan sistematis mengenai potensi logam tanah jarang di lumpur Lapindo, Sidoarjo.


Banjir Lumpur Tak hanya Peristiwa Alam, tapi juga Ulah Aktivitas Manusia

19 Januari 2022

Banjir Lumpur Tak hanya Peristiwa Alam, tapi juga Ulah Aktivitas Manusia

Banjir lumpur keluar dari dalam Bumi yang mengenangi daratan. Lumpur ini mengandung bahan gas yang berbahaya.


Mahasiswa Teliti Kelimpahan Lumpur Sidoarjo untuk Produksi Biodiesel Lebih Murah

30 Agustus 2021

Mahasiswa Teliti Kelimpahan Lumpur Sidoarjo untuk Produksi Biodiesel Lebih Murah

Harapannya, riset pemanfaatan Lumpur Sidoarjo ini juga akan membantu Program Mandatori Biodiesel 30 Persen (B30) oleh Kementerian ESDM.