BPLS Bubar, Korban Lumpur Anggap Kinerjanya Kurang Serius  

Reporter

Kaum muslim berziarah di makam yang terendam air akibat jebolnya tanggul penahan lumpur lapindo di Gempolsari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, 5 Juli 2016. Warga tetap berziarah jelang Idul Fitri meskipun kompleks makam tersebut terendam air akibat jebolnya tanggul penahan lumpur lapindo. ANTARA/Umarul Faruq

TEMPO.COSurabaya - Korban lumpur Lapindo, yang belum sepenuhnya mendapat pelunasan ganti rugi, menyambut baik pembubaran Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) oleh Presiden Joko Widodo. Mereka menilai BPLS kurang serius menyelesaikan masalah tersebut.

"Selama ini BPLS kurang serius," kata koordinator korban lumpur Lapindo, Abdul Fattah, kepada Tempo, Kamis, 16 Maret 2017. Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah pusat menangani pelunasan pembayaran ganti rugi warga, yang sejak 2006 itu tak kunjung selesai tersebut.

Baca: Tugas BPLS Diambil Alih Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR

Fattah mengaku ia dan korban lumpur lainnya sering diundang dalam pertemuan BPLS untuk membahas pelunasan ganti rugi. Namun, hingga kini, pelunasan ganti rugi itu tak kunjung terealisasi. Padahal, ucap Fattah, sebagian berkas mereka sudah divalidasi bersamaan dengan sekitar 13 ribu berkas yang sudah terbayar.

Dari data yang ia miliki, masih ada sekitar 150 warga korban lumpur di dalam peta area terdampak (PAT) yang belum mendapat ganti rugi, 83 berkas belum sepenuhnya mendapat pelunasan, 30 berkas belum mendapat ganti sepeser pun, dan sisanya tidak jelas.

Baca: BPLS Dibubarkan, Pansus Lapindo DPRD Sidoarjo Minta Penjelasan

Humas BPLS, Khusnul Khuluk, menyangkal pihaknya kurang serius menyelesaikan masalah ganti rugi. Menurut dia, belum terealisasinya ganti rugi itu karena PT Minarak Lapindo Jaya, selaku juru bayar PT Lapindo Brantas Inc, tidak menemukan kata sepakat dengan warga korban lumpur.
"Tergantung Minarak, kalau Minarak sepakat, ya selesai," ucapnya.

Ketidaksepakatan itu menyangkut masalah waris serta ketidakcocokan data yang dimiliki Minarak dengan warga mengenai status tanah basah-tanah kering. Khusnul menyebut ada 84 berkas senilai Rp 49 miliar belum lunas dibayar.

Khusnul mengatakan pelunasan 84 berkas warga, termasuk 30 berkas yang belum dibayar sama sekali, menjadi tugas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo, lembaga baru pengganti BPLS di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Untuk tahun ini tidak dianggarkan."

Baca: BPLS Bubar, Soekarwo: Peran Diambil Kementerian Pekerjaan Umum

Direktur Utama PT Minarak Andi Darussalam Tabusalla menyatakan tetap berkomitmen membayar ganti rugi korban lumpur yang ada di dalam PAT. "Kami tunggu dana talangan dari pemerintah," katanya. Terkait dengan ketidaksepakatan dengan korban lumpur, ia mempersilakan warga menyelesaikan di pengadilan.

NUR HADI






DPR Desak Pemerintah Kejar Utang Lapindo, Kemenkeu Serahkan ke Kejaksaan Agung

56 hari lalu

DPR Desak Pemerintah Kejar Utang Lapindo, Kemenkeu Serahkan ke Kejaksaan Agung

DPR meminta pemerintah segera menuntaskan penagihan piutang negara atas dana talangan kasus lumpur Lapindo.


Rekomendasi Puluhan Destinasi Wisata Sidoarjo, Bukan Cuma Pulau Lumpur Lapindo

24 Mei 2022

Rekomendasi Puluhan Destinasi Wisata Sidoarjo, Bukan Cuma Pulau Lumpur Lapindo

Kabupaten Sidoarjo salah satu wilayah di Jawa Timur memiliki beragam destinasi wisata. Berikut puluhan destinasi wisata Sidoarjo.


Ini Metode Ekstraksi Logam Tanah Jarang Lumpur Lapindo Menurut Pakar Kimia Unair

1 Februari 2022

Ini Metode Ekstraksi Logam Tanah Jarang Lumpur Lapindo Menurut Pakar Kimia Unair

Proses pemisahan logam tanah jarang di lumpur Lapindo bisa menggunakan senyawa ionik inprinting polimer.


Ditemukan di Lumpur Lapindo, Apa Itu Logam Tanah Jarang?

28 Januari 2022

Ditemukan di Lumpur Lapindo, Apa Itu Logam Tanah Jarang?

Logam tanah jarang atau rare earth merupakan sebuah elemen yang terdiri dari 17 unsur logam.


Ditemukan di Lumpur Lapindo, Ini Beragam Manfaat Logam Tanah Jarang

28 Januari 2022

Ditemukan di Lumpur Lapindo, Ini Beragam Manfaat Logam Tanah Jarang

Logam tanah jarang bermanfaat untuk penggunaan teknologi tinggi, seperti pembuatan pesawat antariksa, semikonduktor, dan lampu teknologi tinggi.


Logam Tanah Jarang di Tapanuli Utara Diselidiki Tahun Ini

22 Januari 2022

Logam Tanah Jarang di Tapanuli Utara Diselidiki Tahun Ini

Kandungan critical raw material dalam Lumpur Lapindo lebih berlimpah daripada logam tanah jarang. Temuan penelitian yang baru berakhir Desember lalu


Terkini Bisnis: Kecelakaan Maut di Balikpapan hingga Perpanjangan PKPU Garuda

21 Januari 2022

Terkini Bisnis: Kecelakaan Maut di Balikpapan hingga Perpanjangan PKPU Garuda

Berita terkini bisnis sepanjang siang ini dimulai dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia soal kecelakaan maut di Balikpapan hingga soal PKPU Garuda.


Temuan Potensi Logam Tanah Jarang di Lumpur Lapindo, ESDM Ungkap Perkembangannya

21 Januari 2022

Temuan Potensi Logam Tanah Jarang di Lumpur Lapindo, ESDM Ungkap Perkembangannya

Kementerian ESDM melakukan kajian yang lebih rinci dan sistematis mengenai potensi logam tanah jarang di lumpur Lapindo, Sidoarjo.


Banjir Lumpur Tak hanya Peristiwa Alam, tapi juga Ulah Aktivitas Manusia

19 Januari 2022

Banjir Lumpur Tak hanya Peristiwa Alam, tapi juga Ulah Aktivitas Manusia

Banjir lumpur keluar dari dalam Bumi yang mengenangi daratan. Lumpur ini mengandung bahan gas yang berbahaya.


Mahasiswa Teliti Kelimpahan Lumpur Sidoarjo untuk Produksi Biodiesel Lebih Murah

30 Agustus 2021

Mahasiswa Teliti Kelimpahan Lumpur Sidoarjo untuk Produksi Biodiesel Lebih Murah

Harapannya, riset pemanfaatan Lumpur Sidoarjo ini juga akan membantu Program Mandatori Biodiesel 30 Persen (B30) oleh Kementerian ESDM.