Nusron Wahid: Empat Kali Beda Pendapat dengan Hasyim Muzadi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, menghadiri serah terima jabatan di Kantor BNP2TKI, Jakarta, 28 November 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, menghadiri serah terima jabatan di Kantor BNP2TKI, Jakarta, 28 November 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Depok - Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama yang juga mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid mengatakan Hasyim Muzadi merupakan sosok yang bisa menerima perbedaan pendapat. Bahkan, Hasyim dianggap sebagai sosok berpengalaman, yang bisa menerima masukan dari orang yang lebih muda darinya.

    "Saya pernah empat kali berbeda pendapat dengan beliau meski sama-sama datang dari PBNU," kata Nusron, saat mendatangi rumah duka di kawasan Pondok Pesantren Al Hikam Depok, Kamis, 16 Maret 2016.

    Baca juga:

    Jokowi Kenang Hasyim Muzadi sebagai Guru Bangsa

    Nusron yang menjabat Kepala BNP2TKI ini mengungkapkan empat perbedaan pendapat dirinya dengan Hasyim. Pertama, pada pencalonan wakil presiden Hasyim. Saat itu, ia menolak Hasyim maju ke  bursa wakil presiden.

    Bahkan, Nusron sempat berdebat panjang dengan Hasyim yang ngotot mau menjadi wakil presiden. "Tapi, akhirnya beliau kalah," ucapnya.

    Baca pula:

    JK Jadi Inspektur Upacara Pemakaman Hasyim Muzadi

    Kedua, saat Hasyim ingin kembali maju sebagai Ketua PBNU. Namun, saat itu Nusron tidak setuju. Perbedaan pendapat ketiga dan keempat terjadi saat Muktamar NU di Makassar dan Jombang. "Tapi, beliau sangat baik dan terbuka," ujarnya.

    Ia mengungkapkan pemikiran Hasyim sangat terbuka dan demokratis. Hasyim bisa menerima perbedaan pendapat dengan pemuda, dan tidak mempermasalahkannya. "Kami saling meledek, proses perbedaan itu," kata dia.

    Silakan baca:

    Hasyim Muzadi Berpulang, Wiranto: Kita Kehilangan Orang Bijak

    Anies Sempat Ngobrol Masa Depan Indonesia dengan Hasyim Muzadi

    Selain itu, menurutnya Haysim merupakan pejuang kebangsaan, dan membuat NU yang sangat sistematis. Nusron mengenal pribadi Hasyim sebagai sosok yang antara ucapan dan yang dilakukan tidak pernah ingkar janji.

    Bahkan, Hasyim mampu mengintegrasikan faksi-faksi Islam yang berbeda, dan menyatukan kelompok Islam dan nasionalis. "Pesan terakhir yang diingatkan beliau kepada saya, saat saya memilih menjadi timses Ahok," kata dia. "Pesannya kepada saya hati-hati jangan terlalu keras. Karena semua teman. Semua sahabat," kata dia.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.