TKI Asal Dompu di Dubai Dipastikan Meninggal Dianiaya Majikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perkelahian/kekerasan/penganiayaan. Shuttertock

    Ilustrasi perkelahian/kekerasan/penganiayaan. Shuttertock

    TEMPO.COJakarta - Konsulat Ketenagakerjaan KBRI Abu Dhabi Janususilo memastikan Sarafiah, 27 tahun, TKI asal Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Dompu, Nusa Tenggara Barat, meninggal akibat dianiaya majikannya di Dubai.

    Hal itu dikemukakan Janususilo saat menemui jajaran Pemerintah Kabupaten Dompu, di antaranya Asisten I Sekretaris Daerah Dompu Sudirman Hamid, didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol Ardiansyah dan Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan Dompu Abdul Salam MT, Rabu, 15 Maret 2017.

    Baca: Tiga Pekan Koma, TKI Asal Bengkulu Meninggal di Abu Dhabi

    Kehadiran Janususilo untuk menyampaikan klarifikasi meninggalnya Sarafiah yang terkesan lamban. Keterlambatan kabar tentang nasib Sarafiah, menurut dia, disebabkan oleh lamanya proses investigasi dan uji forensik oleh kepolisian setempat yang menyita waktu hampir satu bulan.

    Laporan Investigasi di Majalah Tempo 20-26 Maret 2017 tentang perdagangan manusia melaporkan jaringan serta modus yang digunakan para pelaku perdagangan manusia menjebak korbannya, khususnya TKI dari Nusa Tenggara Timur. Jika jumlah TKI legal di Malaysia mencapai 1,2 juta orang. Jumlah TKI ilegal diperkirakan dua kali lebih besar. Mereka kerap tak memperoleh haknya, bahkan terkadang disiksa atau dibunuh

    Infografik: Berdagang Orang ke Malaysia

    Hasil investigasi dan laboratorium forensik menunjukkan Sarafiah dibunuh oleh majikannya dengan cara dianiaya.

    Selain akibat lamanya investigasi, keterlambatan disebabkan oleh kendala administrasi keimigrasian, serta surat pernyataan kematian dari polisi dan penuntut setempat. "Surat kematian dari kepolisian di sana baru keluar pada 5 Maret lalu. Jadi keterlambatan ini murni proses penegakan hukum,” ujar Janususilo.

    Investigasi: Jaringan 'Mafia' Penjual Manusia

    Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan, kasus pembunuhan terhadap Sarafiah akan segera dibawa ke Mahkamah Dubai. Karena itu, dia meminta keluarga korban membuat dan segera mengirim surat kuasa penuntutan kepada pihak KJRI Dubai melalui Kementerian Luar Negeri. Selain itu, Janususilo meminta pihak Disnaker Dompu memfasilitasi.

    Simak juga: Jenazah KH Hasyim Muzadi Akan Dimakamkan di Pesantren Alhikam

    Lebih jauh, Janususilo menjelaskan, segala biaya penuntutan ditanggung oleh pemerintah pusat dan dibuatkan surat fatwa waris yang akan ditandatangani oleh keluarga untuk kepentingan penuntutan. "Kasus ini dapat dituntut maksimal hukuman mati bagi pelakunya, dan proses hukum ini tetap jalan," katanya.

    Dalam pertemuan lain antara Janususilo dan keluarga korban pembunuhan, pihak keluarga menyampaikan beberapa hal, di antaranya pelaku pembunuhan dihukum seberat-beratnya. Selain itu, menuntut ganti rugi dan hak asuransi. "Kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk mengupayakan hal tersebut," kata keluarga korban. 

    AKHYAR M. NUR

    Video Terkait:
    Investigasi Majalah Tempo: Perdagangan Manusia ke Malaysia
    Korban Perdagangan Manusia, 8 TKI Brebes Diselundupkan Lewat Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.