Relawan: Ridwan Kamil Kelarkan Masalah Bandung dalam Dua Periode

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil melakukan inspeksi di area dinosaurus di proyek revitalisasi Taman Tegallega., Bandung, Jawa Barat, 8 Februari 2017. Di taman seluas 7,6 hektare itu akan dibangun musium satwa, amfiteater, kolam bermain anak, dan lapangan upacara berlantai batu granit. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil melakukan inspeksi di area dinosaurus di proyek revitalisasi Taman Tegallega., Bandung, Jawa Barat, 8 Februari 2017. Di taman seluas 7,6 hektare itu akan dibangun musium satwa, amfiteater, kolam bermain anak, dan lapangan upacara berlantai batu granit. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung — Dukungan kepada Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat membuat sejumlah relawan pendukungnya bereaksi. Kelompok Relawan Kota Bandung meminta Ridwan Kamil terus menjabat sebagai Walikota Bandung untuk dua periode daripada mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

    Salah seorang relawan pendukung Ridwan Kamil, Arfi Rafnialdi, mengatakan dukungan masyarakat kepada pasangan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dan Wakil Walikota Oded M. Danial, untuk menjabat sampai dua periode masih tinggi.

    Ini berdasarkan hasil survei akhir 2016 sampai sekarang. “Itu mencerminkan sebuah harapan masyarakat punya pemimpin yang baik. Itu juga cerminan penerimaan masyarakat kepada beliau,” kata Arfi yang juga Sekretaris Tim Pertimbangan Kebijakan Publik Wali Kota Bandung itu, Rabu, 15 Maret 2017.

    Hasil survei yang dirujuk memang tidak mempertanyakan secara spesifik ke responden, apakah Ridwan Kamil perlu melanjutkan atau tidak. “Namun kepuasan warga tergolong tinggi. Kalau (warga) puas, kenapa tidak diteruskan saja,” kata Arfi.

    Menurut Arfi, Ridwan Kamil maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat bukan karena pantas atau tidak pantas.

     Melainkan, Arfi  melanjutkan, masalah di Kota Bandung perlu diselesaikan Ridwan Kamil dalam dua periode seperti reformasi birokrasi dan pembangunan saranan transportasi.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.