KPK Tetapkan Tersangka Baru Suap Sengketa Pilkada di MK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha, Mochtar Effendi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pengusaha, Mochtar Effendi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Muchtar Effendy sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2012. Muchtar disangka bersama-sama mantan Ketua MK Akil Mochtar menerima hadiah untuk mempengaruhi putusan perkara di MK.

    ”Hadiah atau janji itu patut diduga untuk mempengaruhi putusan perkara tentang keberatan hasil pilkada Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang di MK,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantor KPK, Rabu, 15 Maret 2017.

    Baca: Kasus Suap Akil Mochtar, Bupati Buton Mangkir ...

    Muchtar disangka menjadi perantara pemberi suap dengan Akil. Duit buat Akil dititipkan lewat Muhtar. MK memutus perkara Empat Lawang dengan menjadikan Budi dan pasangannya, Syahril Hanafiah, sebagai pemenang pilkada. Sebelumnya, pilkada itu dimenangi pesaing Budi, yaitu Joncik Muhammad-Ali

    Febri mengatakan Muchtar disangka melanggar Pasal 12 huruf c Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Baca juga: Ternyata Bukan Bachrumsyah yang Tewas Bom Bunuh Diri di Suriah

    Muchtar sebelumnya pernah diperiksa oleh KPK sehubungan dengan upaya penghambatan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan saksi dalam sengketa pilkada di MK. Muchtar juga memberikan keterangan palsu di persidangan. Akibat perbuatannya, Muchtar divonis bersalah dan dihukum 5 tahun penjara serta denda Rp 200 juta.

    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.