Kunjungan Menteri Retno ke Malaysia Tak Terkait Siti Aisyah?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersiap memberikan keterangan pers pada acara Napak Tilas Sejarah Diplomasi Indonesia di kediaman sekaligus kantor pertama Kementerian Luar Negeri rumah Ahmad Soebardjo di Jakarta, 19 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersiap memberikan keterangan pers pada acara Napak Tilas Sejarah Diplomasi Indonesia di kediaman sekaligus kantor pertama Kementerian Luar Negeri rumah Ahmad Soebardjo di Jakarta, 19 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi melakukan kunjungan ke Malaysia selama tiga hari mulai Rabu, 15 Maret 2017. Kunjungan tersebut dalam rangka penguatan perlindungan dan pelayanan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

    "Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk penguatan perlindungan dan pelayanan WNI di luar negeri, khususnya Malaysia," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, dalam press briefing di kantornya, Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Maret 2017.

    Baca juga:
    Wamenlu Yakin Indonesia Dapat Akses ke Siti Aisyah
    Malaysia Beri Akses Bagi Indonesia Untuk Bertemu Siti Aisyah

    Meski mengunjungi Malaysia, ucap Arrmanatha, Menteri Retno belum memiliki rencana menemui Siti Aisyah, WNI yang menjadi tersangka dalam pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

    "Tujuan utamanya ke Penang dan Johor Bahru. Saat ini tidak ada rencana ke Kuala Lumpur," tutur Arrmanatha.

    Arrmanatha mengatakan tak adanya rencana mengunjungi Siti Aisyah karena proses kasus WNI itu tengah berjalan. Pengacara yang ditunjuk Kementerian Luar Negeri telah bertemu dengan Siti Aisyah sebanyak tiga kali. "Persiapan untuk persidangan pun telah dilakukan," kata Arrmanatha.

    Sementara itu, dalam kunjungan ke Penang dan Johor Bahru, rencananya Retno akan bertemu dengan kepala daerah setempat dan beberapa tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sana.

    DENIS RIANTIZA | S. DIAN ANDRYANTO

    Simak:
    KPK Tengah Usut Kasus Lebih Besar dari E-KTP, Agus: Duit Besar
    Diminta Mundur, Ketua KPK Agus Rahardjo: Gusti Allah Mboten Sare  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.