Selasa, 25 September 2018

Menteri Arief: Pariwisata Butuh SDM Profesional

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Arief: Pariwisata Butuh SDM Profesional

    Menteri Arief: Pariwisata Butuh SDM Profesional

    INFO JABAR - Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang ditetapkan pemerintah, perlu didukung sumber daya manusia yang profesional.

    "Dibutuhkan sekolah, seperti Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, untuk mengolah SDM di bidang pariwisata," kata Arief melalui sambutannya dalam acara wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung di Dome STP Bandung, Senin, 14 Maret 2017.

    Dalam kesempatan tersebut, Arief mewisuda 499 lulusan STP Bandung, yang terdiri atas 71 mahasiswa program strata 1, 128 mahasiswa program diploma IV, dan 297 mahasiswa program diploma III .

    Menurut Arief, saat ini, pariwisata sudah menjadi industri mainstream. Artinya, sudah menjadi industri yang diandalkan dalam meraup devisa negara. Dia optimistis, pada 2019 nanti, pariwisata menjadi penghasil devisa nomor satu. "Pariwisata akan mengalahkan migas, pariwisata kini kontribusinya terus-menerus. Kami berharap pariwisata bisa memberikan kontribusi 15 persen pada produk domestik bruto (PDB)," kata dia.

    Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini 15 juta orang. Tahun lalu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 12.023.971 orang.

    Senada dengan Arief, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan perlunya sumber daya manusia di bidang pariwisata, yang mampu berkompetisi secara global.

    "Sustainable development goal adalah pembangunan di Jawa Barat yang juga di antaranya menekankan pada human development dan environmental development atau pembangunan lingkungan. Ini tentu selaras dengan misi pengembangan pariwisata. Inilah industri pariwisata yang bertanggung jawab," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.