Permen Dot Terbukti Tak Bernarkoba, Ini Penjelasan Pemkot Surabaya

Reporter

Operasi gabungan Satpol PP, puskesmas, Koramil, dan kepolisian merazia permen dot yang diduga mengandung narkoba di sekolah dasar Surabaya, Selasa, 7 Maret 2017. (Foto: Dok Satpol PP)

TEMPO.CO, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya mengklaim tindakan razia makanan dan minuman, yang diduga mengandung bahan berbahaya dan zat adiktif, adalah hal wajar. Alasannya, tidak semua jenis jajanan makanan dan minuman (mamin) yang beredar di pasaran aman dikonsumsi masyarakat. Hal ini menyusul hasil uji laboratorium di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM), yang menyatakan permen dot merek Penguin negatif mengandung narkoba.

“Ini tidak hanya sekali ini, banyak jenis makanan yang kami periksa dan awasi sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota terkait dengan tim koordinasi pembinaan dan pengawasan makanan dan minuman,” kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita saat jumpa pers, Selasa, 14 Maret 2017. Tidak hanya di sekolah dasar, tapi juga pedagang kaki lima dan supermarket di Kota Pahlawan.

Baca: Importir Permen Dot Minta Pemkot Surabaya Pulihkan Nama Baiknya

Menurut dia, kegiatan pengawasan terhadap makanan dan minuman sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Hal itu selaras dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 942 Tahun 2003 tentang pedoman higiene sanitasi makanan jajanan setiap bulan. “Ini langkah antisipasi dan itu wajib kami lakukan sebelum (premarket) dan sesudah izin edar (mamin),” tutur Febria.

Pengawasan yang dilakukan, menurut Febria, memiliki standard operating procedure (SOP). Ia mencontohkan, selama Februari 2017 lalu, pengawasan dilakukan di 200 titik, baik di toko kecil maupun toko besar.

“Ada pengaduan dari masyarakat ataupun tidak, kami turun. Sebab, kewajiban kami melakukan pengawasan bila ada zat tambahan makanan yang berbahaya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Saptol PP) Surabaya Irvan Widianto menegaskan pengawasan terhadap makanan dan minuman dilaksanakan secara masif dan serentak sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2014 Pasal 27. “Pengawasan ini dilakukan berdasarkan tiga hal, yakni karena adanya temuan di lapangan, laporan masyarakat, dan uji lab,” tuturnya.

Baca: Permen Dot Diduga Narkoba, Begini Hasil Uji Laboratorium BPOM

Untuk prosedur pengawasan, personel Satpol PP di kecamatan merazia makanan dan minuman yang dicurigai. Misalnya, dari warna, bau menyengat, dan durasi kadaluarsa. Produk tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk diteliti.

“Begitu hasil uji lab keluar dan ternyata negatif, kami melakukan pengembalian per kecamatan. Kecuali yang barangnya dari awal sudah dibeli,” tutur dia.

Kota Surabaya dan sejumlah kota lain sempat heboh lantaran razia permen, yang diduga mengandung zat adiktif. Permen tersebut diimpor dari Cina oleh PT Petrona Inti Chemindo.

Baca juga: Terumbu Karang Raja Ampat, Proses Evakuasi Kapal Diinvestigasi

Belakangan, Balai Besar POM Surabaya dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur merilis hasil bahwa permen itu tidak mengandung narkotik. Bahkan mengantongi izin resmi Badan POM. Perusahaan importir itu lantas menuntut Pemerintah Kota Surabaya memulihkan nama baik perusahaan.

ARTIKA RACHMI FARMITA






Anak Muda Jangan Tawuran dan Narkoba, Main Tinju Saja, Polres Cilandak Buka Sasana

20 jam lalu

Anak Muda Jangan Tawuran dan Narkoba, Main Tinju Saja, Polres Cilandak Buka Sasana

Polsek Cilandak menyediakan sasana tinju bagi anak muda guna mencegah pemakaian narkoba dan tawuran serta mampu mencetak prestasi di wilayahnya.


Persiapan Piala Dunia U-20 2023, Ini yang Diminta FIFA Soal Rumput di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya

3 hari lalu

Persiapan Piala Dunia U-20 2023, Ini yang Diminta FIFA Soal Rumput di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya

Perwakilan FIFA kembali melakukan pengecekan persiapan Piala Dunia U-20 2023, salah satunya dengan inspeksi ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.


Mahasiswa di Sumedang DItangkap, Diduga Selundupkan Ganja dengan Bungkus Kopi

4 hari lalu

Mahasiswa di Sumedang DItangkap, Diduga Selundupkan Ganja dengan Bungkus Kopi

Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Sumedang ditangkap karena diduga menyelundupkan ganja dari Aceh untuk diedarkan


Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Bangun 55 Titik Sodetan

5 hari lalu

Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Bangun 55 Titik Sodetan

Sodetan atau crossing di berbagai lokasi ditargetkan rampung pada November mendatang.


10 Tewas dalam Penembakan di Bar Meksiko, Perang antar-Geng Narkoba?

5 hari lalu

10 Tewas dalam Penembakan di Bar Meksiko, Perang antar-Geng Narkoba?

Sekelompok orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan di sebuah bar di Meksiko tengah, menewaskan 10 orang pengunjung


Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

6 hari lalu

Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap tiga tersangka narkoba di Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten.


1,8 Ton Kokain Disita di Nigeria, Akan Dikirim ke Eropa dan Asia

8 hari lalu

1,8 Ton Kokain Disita di Nigeria, Akan Dikirim ke Eropa dan Asia

Sebanyak 1,8 ton kokain disita dari sebuah gudang di Lagos, Nigeria, dengan nilai $278,5 juta atau Rp4,18 triliun


Remaja 17 Tahun di Cilegon Jualan Narkoba Online Lewat Instagram

9 hari lalu

Remaja 17 Tahun di Cilegon Jualan Narkoba Online Lewat Instagram

Remaja yang baru berusia 17 tahun ini berjualan narkoba secara online di Instagram. Menjajakan sabu, ganja dan tembakau gorila.


Polda Banten Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Pengiriman, Karyawan Terlibat

9 hari lalu

Polda Banten Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Pengiriman, Karyawan Terlibat

Para tersangka jaringan pengedar ganja ini dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga pidana mati.


DPR: Perlu Keseriusan dan Simultan Perangi Narkoba di Kalteng

9 hari lalu

DPR: Perlu Keseriusan dan Simultan Perangi Narkoba di Kalteng

Peredaran narkoba marak di Kalteng. Napi narkoba mendominasi Lembaga Pemasyarakatan.