Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj: Allah Jangan Diajak Kampanye

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KH. Said Agil Siradj. TEMPO/Tony Hartawan

    KH. Said Agil Siradj. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mengimbau untuk jangan mencampurkan permasalahan politik dengan urusan ketuhanan. Said mengatakan sudah meminta spanduk-spanduk larangan menyalatkan jenazah untuk diturunkan.

    "Masalah politik jangan dicampuradukkan dengan agama, Allah jangan diajak kampanye, Tuhan diajak kampanye," ujar Said Agil, Selasa, 14 Maret 2017.

    Baca juga:
    Jokowi dan Said Aqil Makan Siang, Bahas Islam Radikal
    Said Aqil: NU Konsisten Jadi Penengah

    Said mengatakan lebih baik spanduk-spanduk tersebut berisi program kerja ketimbang ajakan yang menimbulkan ketegangan. "Pilih saya masuk surga. Nanti masuk neraka pilih itu. Jangan seperti itulah," katanya.

    Menurut Said, spanduk-spanduk dengan tulisan ancaman seperti itu, hanya menambah ketegangan di pemilihan kepala daerah 2017 ini. "Yang disampaikan program yang baik-baik. Enggak usah bawa-bawa Tuhan," ujarnya.

    Spanduk berisi larangan menyalatkan jenazah apabila memilih calon gubernur tertentu dalam pilkada 2017 ini, telah beredar di beberapa titik di Jakarta. Hal tersebut menuai ketegangan di masyarakat.

    Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, sudah mengistruksikan kepada jajarannya untuk mencopot seluruh spanduk yang berisi imbauan negatif dan provokatif pada Senin, 13 Maret 2017. Dia sudah mencabut setidaknya 147 spanduk berisi konten negatif di Jakarta.

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.