KPK Kaji Permohonan Justice Collaborator Tersangka Suap Bakamla

Mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi berjalan seusai menjalani pemeriksan oleh penyidik digedung KPK, Jakarta, 23 Januari 2017. Tersangka Eko Hadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pegawai PT Melati Technovo Indonesia Muhammad Adami Okta dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan lima unit alat monitoring satelit di Bakamla dengan nilai proyek Rp 200 miliar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi bakal mempelajari keterangan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi, sebelum mengabulkan status justice collaborator (JC) kepadanya. Hari ini Eko resmi mengajukan permohonan sebagai saksi pelaku yang bekerja sama (justice collaborator, JC) dalam kasus dugaan suap pengadaan satellite monitoring di Bakamla tahun anggaran 2016.

"Kami sudah dapat informasi tersangka ESH (Eko Susilo Hadi) yang saat ini masih dalam proses penyidikan telah ajukan diri sebagai JC pada KPK. Kami akan pertimbangkan dulu pengajuan JC," kata Febri di kantor KPK, Selasa, 14 Maret 2017.

Baca juga: Tersangka Suap Bakamla Mengajukan Diri Jadi Justice Collaborator

Febri mengatakan pengajuan Eko sebagai JC patut dilihat sebagai sinyal positif untuk penanganan perkara yang lebih jauh. Namun di sisi lain, KPK perlu mempelajari seberapa relevan keterangan yang diberikan Eko kepada penyidik.

"Karena syarat JC mengakui perbuatan, memberikan informasi seluas-luasnya terkait indikasi pihak lain yang lebih besar," ujar Febri.

Pengacara Eko, Soesilo Aribowo, tak sepakat dengan Febri. Menurut dia, seorang JC tak harus membuka aktor lain dalam perkara. Yang terpenting, kata dia, adalah tersangka harus mengakui perbuatannya dan terbuka kepada penyidik. "JC tidak harus membuka perkara lain. Yang penting terbuka dan kooperatif," katanya.

Oleh karena itu, Soesilo memastikan bahwa kliennya akan blak-blakan mengenai perkara ini. "Dia akan mengatakan apa adanya," ujar dia.

Lihat pula: Kasus Suap, Suami Inneke Koesherawati Akui Bertemu Kepala Bakamla

Febri berujar saat ini lembaga antirasuah sedang mendalami fakta-fakta persidangan dari tiga terdakwa yang sudah naik ke pengadilan, yakni Fahmi Darmawansyah, Direktur Utama PT Merial Esa, beserta dua rekannya, Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus. Ketiganya didakwa menyuap para pejabat Bakamla agar perusahaan yang dipegang Fahmi, yakni PT Melati Technofo Indonesia, menang tender proyek satellite monitoring di Bakamla.

Uang-uang suap itu dibagikan kepada Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi sebesar Sin$ 100 ribu, US$ 88.500, dan €10 ribu; Direktur Data dan Informasi pada Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Bambang Udoyo sebesar Sin$ 105 ribu; Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan Sin$ 104.500; dan Kepala Sub-Bagian TU Sestama Bakamla Tri Nanda Wicaksono Rp 120 juta.

Simak juga: Pejabat Bakamla Diduga Disuap, Ini Kronologis Penangkapannya

Dengan adanya permohonan JC dari Eko, Febri berharap dalam waktu dekat lembaganya mendapat informasi yang berguna. "Kami berharap dalam waktu dekat ada info-info baru yang disampaikan, tentu dia sebagai JC harus membuka peran-peran pihak lain," kata dia.

MAYA AYU PUSPITASARI






Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

6 jam lalu

Kuasa Hukum Sebut Kesehatan Lukas Enembe Membaik

Obat dari Singapura untuk Gubernur Papua Lukas Enembe telah tiba di Jayapura sejak tiga hari lalu. Kini kesehatannya membaik.


Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

7 jam lalu

Mantan Pegawai KPK Minta Febri Diansyah Mundur dari Pengacara Putri Candrawathi

Yudi menyatakan Febri Diansyah dan Rasamala selama ini dipercaya publik, sebab itu dia meminta keduanya mundur dari pengacara Putri Candrawathi.


Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

7 jam lalu

Johanis Tanak Mantan Jaksa, Anggota Komisi III: Lengkapi Komposisi Pimpinan KPK

Menurut Benny, latar belakang Johanis Tanak sebagai jaksa bakal melengkapi komposisi pimpinan di lembaga antirasuah tersebut.


Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

11 jam lalu

Gantikan Lili Pintauli Jadi Pimpinan KPK, Johanis Tanak Usulkan Pendekatan Keadilan Restoratif

Wakil Ketua KPK yang baru terpilih, Johanis Tanak, mengusulkan untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif dalam memberantas korupsi.


Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

12 jam lalu

Johanis Tanak Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli

Johanis Tanak mendapat suara terbanyak dalam voting tertutup yang digelar Komisi III DPR. Setelah ini nama Johanis Tanak diserahkan ke Presiden.


Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

12 jam lalu

Calon Pimpinan KPK Johanis Tanak Sebut Pencegahan Korupsi jadi Skala Prioritas

Johanis Tanak menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon pimpinan KPK penganti Lili Pintauli pada hari ini. Dia ungkap pentingnya pencegahan.


Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

13 jam lalu

Calon Pengganti Lili Pintauli Paparkan Pentingnya Bangun Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

Dua calon wakil ketua KPK pengganti Lili Pintauli Siregar, Johanis Tanak dan I Nyoman Wara mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.


DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

14 jam lalu

DPR Ungkap 3 Hal yang Didalami untuk Memilih Pengganti Lili Pintauli

Komisi III DPR hari ini menggelar uji kelayakan bagi calon komisioner KPK pengganti Lili Pintauli Siregar. Dua calon itu diminta sampaikan visi misi.


Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Divonis 6 Tahun Penjara

16 jam lalu

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Divonis 6 Tahun Penjara

Mantan Dirjen Bina Keuangan Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.


Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini

17 jam lalu

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto dijadwalkan jalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor hari ini