Ayah Ilham, Siswa Tewas Aksi Klithih, Tak Simpan Dendam

Reporter

Sejumlah barang bukti berupa tiga buah senjata tajam yang digunakan oleh pelaku kejahatan dan kekerasan jalanan saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, 14 Maret 2017. Kasus kejahatan dan kekerasan jalanan tersebut memakan satu korban meninggal dunia. TEMPO/Pius Erlangga

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga korban aksi klithih atau tindak kriminal anak-anak dan remaja tabah. Simpati terus mengalir untuk Ilham Bayu Fajar, 16 tahun, siswa Sekolah Menengah Pertama Piri 1, Yogyakarta, yang tewas karena sabetan senjata tajam. Saudara, kerabat, kawan, dan keluarga datang untuk berbelasungkawa. Di beranda rumah berpagar tinggi itu mereka berkumpul. Rumah keluarga ini berdiri di Dusun Pelemwulung, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tedy Efriansyah dan Retno Supardini, orang tua almarhum Ilham, menyambut setiap tamu yang datang. Mereka tegar. Tedy bercerita sewaktu anaknya dimakamkan tak jauh dari rumahnya, sejumlah orang berkata agar keluarga itu membalas tindakan kriminal yang menimpa anaknya. Namun, Tedy bergeming.

Baca juga:
Aksi Klithih, Polisi Tangkap Tujuh Remaja

Ia sadar betul emosi bukan solusi terhadap aksi kriminal itu. Balas dendam baginya tidak merampungkan masalah. Tedy juga menasehati Fernanda Surya Pangestu, kakak Ilham, untuk ikhlas dan tidak menyimpan dendam. Keluarga itu menyerahkan pada proses hukum yang ada untuk pelaku. "Kejadian terhadap anak saya semoga yang terakhir. Jangan ada Ilham-Ilham lagi," kata Tedy kepada Tempo, Selasa, 14 Maret 2017.

Ilham dikenal sebagai anak yang pendiam. Ia tidak gemar nongkrong atau berkumpul bersama kawan-kawannya. Tedy menjemput Ilham ketika berangkat dan pulang sekolah. Ilham hanya sesekali saja berkumpul bersama teman-temannya di kafe untuk nonton bola bareng. Ilham lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Kegemarannya nongkrong di warung burjo tak jauh dari rumahnya.

Ilham merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Menurut ayahandanya, ia anak yang tidak neko-neko dan menghormati orang tuanya. Ilham juga ngemong adik-adiknya. Tedy suka memanggil Ilham dengan adik. Di sekolah, ia dikenal supel sehingga punya banyak kawan. Kegemarannya bermain musik dan menyanyi. Kepada kakaknya, Fernanda, Ilham berkata ingin belajar menjadi disk jockey.

Fernanda menceritakan aksi klithih yang menimpa adiknya. Rombongan pelaku klithih menyerang dia dan adiknya yang berboncengan pada Sabtu, 11 Maret 2017, pukul 12.30, di Jalan Kenari, depan kantor Balai Kota Yogyakarta. Pelaku diperkirakan lebih dari sepuluh orang dengan mengendarai sepeda motor. "Pelaku juga melempar botol minuman ke kami," kata Fernanda.

Ilham disabet pelaku menggunakan celurit dari samping. Peristiwa nahas itu membuat dada kanan terluka hingga menembus paru-paru Ilham. Penduduk sekitar Jalan Kenari menolong dan membawa Ilham ke Rumah Sakit Hidayatullah, Yogyakarta. Namun, Ilham tak selamat.

Fernanda dan Ilham dinihari itu pulang dari bermain biliard di depan Bioskop XXI, Jalan Solo. Mereka bersama setidaknya tujuh orang kawannya pulang beriringan melintasi Jalan Kenari dan kondisi waktu itu sepi. Enam menit sebelum peristiwa itu, lham sempat membuat video singkat yang isinya tentang dia dan rombongan itu di jalan. Ilham menunjukkan video itu. Dalam video itu, Ilham tersenyum.

SHINTA MAHARANI






Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

9 hari lalu

Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta menambah titik kamera CCTV.


Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

13 hari lalu

Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

Royal Kencana Mansion dilengkapi dengan berbagai spot destinasi alam yang menakjubkan seperti danau, padang pasir, bunga ilalang, dan taman bunga.


Perlunya Perlindungan terhadap Anak yang Terlibat Kasus Hukum

42 hari lalu

Perlunya Perlindungan terhadap Anak yang Terlibat Kasus Hukum

Psikolog mengatakan anak yang terlibat kasus hukum perlu dilindungi karena secara psikologis masih rentan dan belum matang.


Larangan Skuter Listrik Tak Hanya di Malioboro Tapi Seluruh Kota Yogyakarta

19 Juli 2022

Larangan Skuter Listrik Tak Hanya di Malioboro Tapi Seluruh Kota Yogyakarta

Tidak ada itikad baik dari para pemilik skuter listrik itu, mereka selalu kucing-kucingan dengan para petugas, melanggar kawasan yang sudah dilarang.


Pemerintah Kota Yogyakarta Libatkan Polisi Usut Kasus Pengamen Pukul Wisatawan

5 Juli 2022

Pemerintah Kota Yogyakarta Libatkan Polisi Usut Kasus Pengamen Pukul Wisatawan

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Ekwanto mengatakan dari kejadian itu, Pemerintah Kota Yogyakarta terus memburu pengamen itu untuk mengklarifikasi.


Polisi Gadungan Penusuk Ibu dan Anak, dan Eks Pelaku Tawuran Jadi 3 Top Metro

3 Juli 2022

Polisi Gadungan Penusuk Ibu dan Anak, dan Eks Pelaku Tawuran Jadi 3 Top Metro

Berita kriminalitas, maupun upaya memerangi kejahatan di Jabodetabek menjadi berita 3 Top Metro. Mulai dari polisi gadungan hingga eks pelaku tawuran.


Karnaval Mobil Lawas Jadi Hiburan Sunatan Massal di Kota Yogyakarta

26 Juni 2022

Karnaval Mobil Lawas Jadi Hiburan Sunatan Massal di Kota Yogyakarta

Puluhan anak naik iring-iringan mobil sebelum menjalani sunatan massal di Kota Yogyakarta.


PKL Sudah Pindah ke Teras Malioboro Yogyakarta, Ini Daftar PR yang Belum Tuntas

24 Juni 2022

PKL Sudah Pindah ke Teras Malioboro Yogyakarta, Ini Daftar PR yang Belum Tuntas

Pemerintah Yogyakarta berjanji segera menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi para PKL Malioboro yang sudah pindah ke Teras Malioboro.


PHRI: Pesparawi Yogyakarta Memicu Perputaran Uang di Perhotelan Rp 20 Miliar

23 Juni 2022

PHRI: Pesparawi Yogyakarta Memicu Perputaran Uang di Perhotelan Rp 20 Miliar

Para peserta Pesparawi, official, keluarga, sampai para pendukung berdatangan dan menginap di hotel-hotel di Yogyakarta selama lebih dari sepekan.


Klenteng Poncowinatan, Klenteng Tertua di Yogyakarta Ulang Tahun ke-141

22 Juni 2022

Klenteng Poncowinatan, Klenteng Tertua di Yogyakarta Ulang Tahun ke-141

Klenteng Poncowinatan berdiri 141 tahun silam di atas tanah hibah Keraton Yogyakarta untuk masyarakat Tionghoa.