Lombok Timur Prioritaskan Infrastruktur Pariwisata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lahan seluas 20 hektare disiapkan untuk mengembangkan destinasi wisata.

    Lahan seluas 20 hektare disiapkan untuk mengembangkan destinasi wisata.

    INFO NASIONAL - Berbicara pariwisata tak melulu diartikan dengan melancong ke luar negeri. Bupati Lombok Timur Moch. Ali bin Dachlan mengatakan, “Pariwisata jangan selalu diterjemahkan pergi ke luar negeri, itu yang harus diluruskan.” Indonesia memiliki ribuan pulau yang sangat berpotensi untuk menarik wisatawan. Mulai reruntuhan budaya dan sejarah, pedalaman yang indah, hingga kehidupan bawah lautnya yang eksotis. Salah satu destinasi wisata yang cukup tersohor di dalam negeri adalah Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Provinsi yang terdiri atas dua pulau besar, yaitu Lombok dan Sumbawa, itu juga dikelilingi oleh 280 pulau kecil serta berbatasan dengan Laut Jawa, Samudra Indonesia, dan Selat Lombok. NTB memiliki 10 kabupaten/kota dengan keunikan yang bisa ditawarkan dari masing-masing daerahnya. Salah satu kabupaten yang menyimpan kekayaan alam yang cukup diandalkan adalah Lombok Timur.

    Kabupaten ini memiliki luas 1.605,55 kilometer persegidengan populasi penduduk 1.153.773 juta jiwa (data BPS Kabupaten Lombok Timur tahun 2014). Lombok Timur memiliki garis pantai yang cukup panjang, mengingat sebagian besar wilayahnya berbatasan dengan perairan. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Selat Alas, dan sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Utara

    Karena sebagian daerah berbatasan langsung dengan perairan, Lombok Timur memiliki sejumlah pulau kecil yang disebut gili. Menurut catatan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, terdapat 35 gili di wilayah perairan Lombok Timur, lima di antaranya sudah berpenghuni, yakni Gili Beleq, Gili Bidara, Gili Maringkik, Gili Ree, dan Gili Sunut.

    Menelisik dari bentang alamnya, dapat diperkirakan provinsi ini menyimpan potensi menyerap wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan Nusantara (wisnus) yang cukup besar. Meski belum setenar Bali, kabupaten ini memiliki daya tarik tersendiri. Suasana religi di sana yang sangat kental bisa menjadi daya tarik yang berbeda dari tempat lain. “Alam kami sangat berbeda dengan tempat lain. Religi di sini sangat kuat,” kata Ali.

    Siapa pula yang tak mengenali nama besar Gunung Rinjani, taman nasional yang terletak di Kabupaten Lombok Timur ini bahkan nyatanya sudah mendunia. Data Taman Nasional Gunung Rinjani menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan.

    Tahun 2011 jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 15.030 orang (wisman 8.778 orang dan wisnus 6.252 orang) atau meningkat 7,70 persen dibanding tahun 2010. Sedangkan untuk tahun 2015 jumlah kunjungan wisatawan di Taman Nasional Gunung Rinjani sebanyak 70.705 orang (wisman 27.186 orang dan wisnus 43.519 orang) meningkat sebanyak 9.013 orang atau 14,61 persen.

    Wilayah yang banyak berbatasan dengan perairan tentunya memiliki banyak pantai. Daerah ini juga memiliki pantai yang cukup potensial, tak hanya NTT, Lombok Timur memiliki Pink Beach atau pantai yang memiliki pasir berwarna merah muda. Tempat ini sebenarnya bernama Pantai Tangsi. Disebut sebagai Pantai Pink karena warna pasirnya yang didominasi oleh warna merah muda (pink).

    Pantai yang berlokasi di desa kecil Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, ini merupakan bagian dari Pantai Tanjung Ringgit. Untuk mencapai tempat ini dibutuhkan waktu dua jam dari Kota Mataram. Namun, karena lokasi dan infrastruktur jalan yang kurang memadai, Pantai Pink menjadi kurang dikenal.

    Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat telah membangun infrastruktur pendukung untuk mencapai lokasi. Ali mengatakan akses jalan selalu menjadi prioritas dalam pengembangan pariwisata di sini. “Sudah 420 kilometer yang dibangun selama tiga tahun terakhir dan tahun ini ditambah 150 kilometer lagi,” katanya.

    Ali juga menambahkan, di sana sudah terdapat infrastruktur pendukung pariwisata lainnya, seperti homestay dan hotel. Selain itu, Pemkab Lombok Timur telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk dijadikan destinasi wisata pilihan lain di Lombok Timur. “Tahun lalu sudah dibuat akses jalannya, tahun ini akan diaspal,” ujarnya.

    TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.