Gus Mus Bakal Ceramah Kebangsaan di Forum Akademikus Se-Jawa Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. TEMPO/Ishomuddin

    KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Semarang - Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, bakal menuangkan gagasannya tentang kebangsaan di hadapan para guru besar dan akademikus se-Jawa Tengah. Gus Mus diundang untuk bicara tentang kebinekaan di forum Silaturahmi Kebangsaan, Rabu, 15 Maret 2017.

    Agenda yang digelar di Wisma Perdamaian itu untuk menjawab keresahan akademikus se-Jawa Tengah dalam menghadapi realitas kekinian. “Gus Mus kami undang dan berbicara meneguhkan gerakan Silaturahmi Kebangsaan dengan tema ‘Meski Berbeda, Kita Saudara’,” kata juru bicara Rahim Bangsa, Abdulloh Ibnu Tolkah, Selasa, 14 Maret 2017.

    Baca: Gus Mus Maafkan Pandu Wijaya yang Menghinanya

    Kepastian Gus Mus hadir sebagai pembicara didapat setelah panitia mengunjungi kediamannya di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin. “Beliau menyambut baik kegiatan tersebut. Bahkan beliau bilang, kegiatan ini sudah menjadi kewajiban kalian sebagai anak bangsa,” ucap Tolkah.

    Menurut dia, Gus Mus meminta kegiatan tersebut tidak berhenti di kampus-kampus, tapi terus dijaga sampai kampung-kampung. Kaum muda dan intelektual, tutur dia, harus berperan, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

    Simak: Kiai Dihina, Ansor Jawa Tengah Patroli Media Sosial

    Acara itu juga mendapat dukungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia berharap pertemuan tersebut mampu melonggarkan suasana yang saat ini dinilai terlalu serius. “Ide-ide ini tepat jika diawali dari perguruan tinggi,” kata Ganjar.

    Ganjar berujar, pemerintah sulit menangani ancaman retaknya kebinekaan, maka gerakan silaturahmi seperti ini bisa menjadi solusi. “Karena (persoalan retaknya kebinekaan) tidak bisa diatasi dengan pendekatan Satuan Polisi Pamong Praja,” ucap Ganjar.

    EDI FAISOL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.