BPOM - Kejaksaan Kerja Sama Pengawasan Obat dan Makanan

Reporter

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat Penny Lukito bersama jajaran memperlihatkan saus sambal kemasan saat menggerebek pabrik saus diduga ilegal di Neglasari, Tangerang, Banten, 3 Maret 2017. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung dan Badan Pengawas Obat dan Makanan mensosialisasikan kerja sama untuk pendampingan penyidikan dan koordinasi pengamanan perkara tindak pidana di bidang obat dan makanan. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan ini penting karena industri makanan meningkat pesat seiring kebutuhan masyarakat.

Menurut Jaksa Agung, perkembangan ini mendorong persaingan tidak sehat. Ada pihak yang berusaha memanfaatkan kesempatan, melakukan kecurangan dan cenderung kriminal. “Ini patut disikapi dan diawasi serius," kata dia di Sasana Pradana, Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 14 Maret 2017.

Baca:
Perpres dan Inpres Dipersiapkan untuk Perkuat BPOM
Tangani Obat dan Makanan Berbahaya, BPOM Gandeng ...

Kejaksaan, kata Prasetyo, telah menggolongkan pidana obat dan makanan sebagai kejahatan serius. Ia menginstruksikan jaksanya untuk memberikan tuntutan maksimal terhadap pelaku kejahatan obat. "Kejaksaan tidak kenal kompromi terhadap pelaku kejahatan dalam obat dan makanan."

Prasetyo mengakui kini banyak ditemukan banyak produk makanan dan obat yang tidak memenuhi standar. Beberapa di antaranya dikelola dengan bahan yang sudah rusak, kedaluarsa, dan terkontaminasi. "Ini hanya untuk mendapatkan keuntungan.” Sehingga perlu sistem pengawasan yang berkelanjutan untuk mendeteksi, mengawasi produk itu dan peredarannya.

Baca juga:
Kasus Mobil Listrik, Hakim Tolak Praperadilan Dahlan Iskan
Kasus E-KTP, Eks Ketua Mahkamah Konstitusi: Jika Benar, Sejarah Hitam Bangsa Ini  

Hari ini, Kejaksaan Agung menggelar konferensi jarak jauh bersama seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia mengenai kerja sama dengan BPOM. Beberapa persoalan muncul di antaranya kendala bolak-balik berkas perkara dari BPOM ke kejaksaan, dan potensi gugatan terhadap korporasi.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito, mengatakan kerja sama ini penting untuk mengantisipasi kejahatan. Sebab, kejahatan obat bukan hanya soal kesehatan, tapi sosial, ekonomi, daya saing. "Ini mengancam ketahanan bangsa kita. Mulai banyaknya vaksin palsu, obat, sampai makanan bayi," ujar Penny.

BPOM, kata Penny, menghadapi berbagai modus kejahatan obat dan makanan yang terus berkembang. Kerja sama dengan kejaksaan adalah upaya penguatan BPOM dalam pengawasan, penegakan hukum, dan regulasi. "Kami tidak bisa bekerja sendiri."

ARKHELAUS W.






Hadir Kembali Offline, 300 Produsen Makanan dan Minuman Ramaikan di Fi Asia JIExpo

28 hari lalu

Hadir Kembali Offline, 300 Produsen Makanan dan Minuman Ramaikan di Fi Asia JIExpo

Food Ingredients Asia bertujuan untuk mendorong pertumbuhan serta mengikuti tren pasar secara berkelanjutan di industri makanan dan minuman.


Kemenperin Sebut Industri Makanan dan Minuman Jadi Mesin Pertumbuhan Industri Nonmigas

28 hari lalu

Kemenperin Sebut Industri Makanan dan Minuman Jadi Mesin Pertumbuhan Industri Nonmigas

Industri makanan dan minuman tumbuh 3,68 persen pada kuartal II tahun 2022.


Alasan Kemenperin Sebut Industri Makanan dan Minuman Bisa Tumbuh 7 Persen

28 hari lalu

Alasan Kemenperin Sebut Industri Makanan dan Minuman Bisa Tumbuh 7 Persen

Optimisme industri makanan dan minuman tumbuh 7 persen ditunjukkan dengan geliat kegiatan wisata masyarakat.


Kiprah Donat dalam Industri Makanan Indonesia Dimulai dari Jakarta

7 November 2021

Kiprah Donat dalam Industri Makanan Indonesia Dimulai dari Jakarta

Keberadaan donat dalam industri makanan di Indonesia bermula pada 1968 oleh stan American Donut di Djakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta.


Di Tengah Pandemi, Pengusaha Yakin Sektor Makanan dan Minuman Tumbuh 7 Persen

13 Juli 2021

Di Tengah Pandemi, Pengusaha Yakin Sektor Makanan dan Minuman Tumbuh 7 Persen

Adhi S. Lukman meyakini industri makanan dan minuman tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19 meski menghadapi tantangan berat.


Biskuit Langganan Saat Lebaran, Sejarah Khong Guan Bermula dari Imigran Fujian

11 Mei 2021

Biskuit Langganan Saat Lebaran, Sejarah Khong Guan Bermula dari Imigran Fujian

Biskuit Khong Guan seperti sudah menjadi legenda bagi publik Indonesia. Kaleng Khong Guan sering diisi ulang rengginang saat lebaran.


Diduga Banyak Makanan Kedaluwarsa, DPRD Tangerang Minta Perketat Pengawasan

7 April 2021

Diduga Banyak Makanan Kedaluwarsa, DPRD Tangerang Minta Perketat Pengawasan

DPRD meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan menindaklanjuti laporan itu dengan memaksimalkan kinerja dalam mengawasi makanan kedaluwarsa.


Produksi Camilan Lays, Doritos dan Cheetos di Dalam Negeri Berhenti per Agustus

18 Februari 2021

Produksi Camilan Lays, Doritos dan Cheetos di Dalam Negeri Berhenti per Agustus

Camilan yang sudah lama dikenal seperti Lays, Doritos dan Cheetos dipastikan tak lagi diproduksi di dalam negeri per Agustus 2021 mendatang.


Kemenperin Susun Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Industri Makanan

21 Agustus 2020

Kemenperin Susun Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Industri Makanan

Kementerian Perindustrian menyusun buku pedoman adaptasi kebiasaan baru bagi industri makanan dan minuman di tengah pandemi Covid-19.


Kemenperin Proyeksi Industri Makanan Minuman Tumbuh 3 Persen Akhir 2020, Jika...

11 Agustus 2020

Kemenperin Proyeksi Industri Makanan Minuman Tumbuh 3 Persen Akhir 2020, Jika...

Kementerian Perindustrian memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh sekitar 3 persen pada akhir 2020 jika dua hal terpenuhi.