Maju Lagi dalam Pilkada Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Tunggu Perintah Partai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo. TEMPO/ Nita Dian

    Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Semarang - Ganjar Pranowo menunggu keputusan pimpinan pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terkait dengan kemungkinan dia maju sebagai calon gubernur inkumben dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada 2018. Ganjar belum mendapat kabar apakah diminta maju lagi atau tidak. Yang jelas, saat ini Ganjar menunggu perintah partai.

    "Kalau tradisi di PDI Perjuangan, menunggu keputusan dari DPP. Biasanya, di tempat-tempat strategis, seperti Jawa Tengah, langsung di-handle oleh Ketua Umum PDIP. Jadi sebenarnya prosesnya ya begitu saja," kata Ganjar di Semarang, Senin, 13 Maret 2017.

    Kendati demikian, Ganjar menyebutkan, hingga saat ini, pimpinan partai belum melakukan pembahasan untuk menentukan calon yang akan diusung pada pilkada Jawa Tengah 2018. Tapi, ucap dia, biasanya calon inkumben memiliki peluang lebih besar untuk maju kembali. "Untuk Jawa Tengah sih sampai hari ini belum ada pembahasan, tapi biasanya calon inkumben selalu disuruh siap-siap," ujar mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu.

    Pada pilkada Jawa Tengah 2013, tutur Ganjar, ada kader partai yang juga menduduki jabatan tinggi bersuara ingin maju kembali. Ternyata DPP menunjuk dia bersama Heru Sudjatmoko untuk maju. "Pengalaman Jawa Tengah sudah pernah ada. Kami diperintahkan partai, diusung partai, baru kemudian berproses," katanya.

    Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo menyebutkan pemungutan suara pemilihan Gubernur Jawa Tengah diperkirakan berlangsung pada Juni 2018.  "Pilkada Jawa Tengah diperkirakan Juni 2018. Sedangkan tahapan pilkada akan dimulai Agustus 2017 dengan melibatkan pihak terkait," ujarnya.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.