Blangko E-KTP Kosong, Pemohon Bolak-Balik ke Dinas Kependudukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Prima Mulia

    Tempo/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Madiun - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun, Jawa Timur menerbitkan 41.598 surat keterangan pengganti e-KTP. Jumlah itu terhitung sejak Agustus 2016 hingga Jumat, 10 Maret 2017.

    "Karena blangko (untuk pembuatan) e-KTP masih kosong," kata Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kabupaten Madiun, Ahmad Romadhon, Senin, 13 Maret 2017.

    Ia memastikan jumlah surat keterangan yang diterbitkan bakal bertambah seiring perekaman e-KTP terus berlangsung. Setiap harinya, menurut Ramadhon, rata-rata sebanyak 400 orang melakukan proses tersebut di kantor Dispendukcapil. "Juga proses perekaman keliling ke desa-desa yang kami lakukan," ujar dia.

    Baca: Gamawan Fauzi: Saya Tidak Terima Uang E-KTP Satu Sen Pun

    Untuk mengatasi kekosongan blangko pengganti e-KTP pihak pemerintah setempat hanya menunggu pengiriman dari pemerintah pusat. Sesuai informasi yang diterima Romadhon, proses distribusinya bakal berlangsung akhir Maret 2017. "Kami menunggu saja. Yang jelas surat keterangan memiliki fungsi yang sama dengan e-KTP bisa untuk mengurus paspor, visa dan kebutuhan lain," Romadhon menjelaskan.

    Kekosongan blangko e-KTP mengakibatkan para pemohonnya harus bolak-balik datang ke Kantor Dispendukcapil. Dwi Binti, salah seorang pemohon asal Desa Jatisari, Kecamatan Geger mengaku sudah dua kali datang untuk mengambil e-KTP yang tak kunjung jadi. "Dijanjikan jadi tapi nyatanya belum," ujar dia ditemui di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Madiun.

    Petugas, ia mengatakan, menjadwalkan pengambilan e-KTP pada 11 November 2016. Setelah Dwi datang ke Dispendukcapil, pengambilannya justru ditunda hingga 14 Februari 2017 dengan alasan e-KTP belum jadi.

    Baca: Disebut di Dakwaan E-KTP, Miryam Hanura: Saya Sudah Klarifikasi

    Pada jadwal kedua, mahasiswi Akademi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini tidak bisa hadir. Dia harus mengikuti kegiatan praktek di Rumah Sakit Umum Daerah dr Soedono, Madiun. "Baru hari ini bisa ke sini, mudah-mudahan sudah jadi. Saya sudah capek bolak-balik," ujar Dwi.

    NOFIKA

    Video Terkait:
    Setya Novanto: Saya Tidak Terima Dana Itu
    Brebes Kekurangan 150.000 Blangko KTP Elektronik
    E-KTP: Satu Proyek, Berjibun Masalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.