Polisi Masih Periksa 9 Terduga Teroris yang Ditangkap di Tolitoli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan sembilan terduga teroris yang ditangkap di Tolitoli dan Parigi, Sulawesi Tengah, hingga kini masih diperiksa polisi.

    "Sembilan orang ini masih didalami jaringan mana. Ini merupakan hasil upaya deteksi dini terhadap gerakan-gerakan yang mencoba melakukan penyerangan terhadap kantor kepolisian dan kantor TNI," ucap Boy di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 13 Maret 2017.

    Baca: Densus 88 Tangkap 9 Orang Terduga Teroris di Tolitoli dan Parigi

    Boy berujar, kepolisian belum bisa menyimpulkan, apakah mereka bagian dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso. Menurut Boy, mereka masih harus melalui pemeriksaan 7 x 24 jam. Dua orang di antaranya, tutur Boy, termasuk di bawah umur.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto menuturkan sembilan orang yang ditangkap itu diduga terkait dengan kasus terorisme. Detasemen Khusus 88 Antiteror masih mengembangkan dan mendalami peran mereka. Menurut Hari, enam dari sembilan orang itu ditangkap di Tolitoli. Sisanya dibekuk di Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, mereka ditangkap pada Jumat, 10 Maret 2017, sekitar pukul 08.00 Wita di sejumlah desa di wilayah tersebut. “Benar, informasi yang kami terima di Tolitoli, ada penangkapan enam orang tersebut. Cuma belum tahu kaitan mereka apa," ujar Alam, warga Tolitoli.

    Simak pula: Polisi Temukan Senjata dan Amunisi Terduga Teroris Poso  

    Mereka yang ditangkap adalah Ss alias Sam, warga Jalan Veteran 2, Kabupaten Tolitoli; IR alias Ican, warga Desa Lantapan, Kecamatan Galang Tolitoli; KF, warga Jalan Pulau Irian Jaya, Poso Kota; SO, warga Jalan Pulau Bali, Poso Kota; DW alias Ali, warga Jalan Pulau Sabang, Poso Kota; dan Jef, warga Desa Siring Jaha, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.

    REZKI ALVIONITASARI | AMAR BURASE



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.