Balai Karantina Tarakan Gagalkan Penyelundupan 70 Hiu ke Malaysia

Reporter

Hiu hasil perburuan di perairan Berau, Kalimantan Timur yang saat ini disita Stasiun Karantina Ikan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, 13 Maret 2017. Ada 70 ekor hiu hasil perburuan yang diminta untuk di lepas liarkan. Pasar hiu ke Malaysia.

TEMPO.COBerau - Perburuan hiu di perairan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, marak terjadi. Hiu hasil tangkapan di sekitar gugus Kepulauan Derawan ini dijual ke Tarakan, Kalimantan Utara, untuk selanjutnya dijual ke luar negeri. Hiu yang diburu umumnya belum dewasa, panjangnya baru sekitar 1 meter.

Stasiun Karantina Ikan Kelas II Juwata, Kota Tarakan, masih menyita 70 ekor hiu yang akan dikirim ke Malaysia. Hiu yang disita jenis belimbing, leopard, dan tokek. Hiu-hiu anakan itu rencananya akan dilepaskan di perairan dan akuarium untuk obyek wisata di Malaysia.
 
Baca: Terumbu Karang di Raja Ampat Ditabrak Kapal, Kementerian Kirim Tim

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo meminta puluhan hiu yang disita tersebut dikembalikan ke habitatnya semula. "Tidak bisa dikirim karena belum mendapatkan izin dari Badan Karantina," kata Agus kepada Tempo, Senin, 13 Maret 2017.

Untuk mencegah maraknya perburuan satwa itu, Pemerintah Kabupaten Berau mengeluarkan kebijakan larangan penangkapan dan penjualan segala jenis hiu di Perairan Berau sejak Februari 2017. "Saya mengharapkan dukungan semua pihak," ujar Agus.

Keinginan Malaysia membawa hiu dari perairan Kalimantan dinilai Agus sebagai upaya memindahkan aset wisata di perairan sekitar Pulau Derawan dan Maratua, Berau. "Luar biasa bodoh kalau kami membiarkan hal itu terjadi," ucap Agus.

Simak: Kasus E-KTP, Gamawan: Kalau Dakwaan Itu Benar, Saya Tertipu Irman

Dari informasi yang diterima Pemerintah Kabupaten Berau, hingga Agustus 2016, lebih 200 ekor hiu dicuri dari Perairan Berau. Terakhir, pencuri hendak mengambil 70 ekor hiu tapi bisa digagalkan Balai Karantina Tarakan. "Kami berharap ada tindakan tegas," tutur Agus.

Sejak 2 Maret 2017, sekitar 70 ekor hiu tersebut diamankan Dinas Perikanan Tarakan. Agus berharap hiu tersebut dapat segera dikembalikan ke perairan semula. "Jika tidak ada respons, minggu depan kami berencana ke sana (Tarakan)," ujarnya.

Agus juga sedang membuat petisi agar mendapat dukungan lebih luas. Tujuannya supaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata, serta berbagai instansi terkait lainnya mengeluarkan kebijakan pelarangan menangkap hiu. "Jika dibiarkan, ini ancaman untuk keberadaan hiu dan obyek wisata kita," katanya.

Lihat juga: Dana Penanggulangan Bencana 2017 di Kalteng Merosot, Hanya Rp 5 M

Perairan Berau merupakan salah satu kawasan wisata bahari di Kalimantan Timur yang meliputi perairan Derawan, Sangalaki, Maratua, dan Kakaban. Terumbu karang yang masih alami menyajikan pemandangan eksotis bawah laut.

Pemerintah daerah setempat memberikan sensasi wisata bahari berupa berenang bersama hiu paus raksasa. Jika perburuan hiu dibiarkan, dikhawatirkan mengganggu habitat satwa tersebut. 

FIRMAN HIDAYAT | SAPRI MAULANA






Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

14 hari lalu

Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

Pertunjukan topeng monyet iberdampak negatif bagi manusia ataupun satwa monyetnya.


BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

29 hari lalu

BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

Kini hewan tersebut diamankan oleh BKSDA Jakarta dan direncanakan akan dilepasliarkan.


BKSDA Lepas Empat Kukang ke Cagar Alam Maninjau

50 hari lalu

BKSDA Lepas Empat Kukang ke Cagar Alam Maninjau

Empat kukang tersebut terdiri dari tiga ekor yang merupakan barang bukti kejahatan perdagangan satwa dan satu ekor merupakan penyerahan warga


Bercengkerama dengan Satwa Liar di Taman Nasional Ujung Kulon

53 hari lalu

Bercengkerama dengan Satwa Liar di Taman Nasional Ujung Kulon

Salah satu destinasi wisata di Provinsi Banten adalah Taman Nasional Ujung Kulon. Apa saja keistimewaan destinasi wisata ini?


12 Agustus Hari Gajah Sedunia, Kapan Pertama kali Diperingati?

54 hari lalu

12 Agustus Hari Gajah Sedunia, Kapan Pertama kali Diperingati?

Hari gajah sedunia difungsikan untuk memperjuangkan kelestarian dan kesejahteraan gajah di dunia. Warga dunia diingatkan setiap 12 Agustus.


BKSDA Buru Penembak Hiu Tutul yang Mati Terdampar di Kulon Progo

27 Juli 2022

BKSDA Buru Penembak Hiu Tutul yang Mati Terdampar di Kulon Progo

Penembakan hiu tutul itu bisa dijerat pasal perburuan satwa liar.


Steve Irwin Terkenal sebagai Pemburu Buaya, Mati Disengat Ikan Pari

18 Juli 2022

Steve Irwin Terkenal sebagai Pemburu Buaya, Mati Disengat Ikan Pari

Steve Irwin pelestari satwa liar yang dikenal sebagai croc cathcer, pemburu buaya. Kematiannya pada 2006, akibat disengat ikan pari menggemparkan.


Bebas Covid, 8 Satwa Liar Dilepas ke Suaka Margasatwa Dangku

29 Juni 2022

Bebas Covid, 8 Satwa Liar Dilepas ke Suaka Margasatwa Dangku

Delapan satwa liar tersebut meliputi empat owa siamang, dua beruang madu , satu kucing hutan, dan satu binturong.


BKSDA Sumbar Melepasliarkan Trenggiling di Hari Lingkungan Hidup

6 Juni 2022

BKSDA Sumbar Melepasliarkan Trenggiling di Hari Lingkungan Hidup

Trenggiling itu diketahui berkelamin jantan, dengan berat mencapai 8 kilogram.


BBKSDA Melepasliarkan Puluhan Satwa Endemik Papua ke Hutan Adat Isyo

21 Mei 2022

BBKSDA Melepasliarkan Puluhan Satwa Endemik Papua ke Hutan Adat Isyo

Pelepasliaran satwa endemik Papua ke habitat alaminya merupakan upaya maksimal dalam melestarikan satwa liar milik negara.