PMII Minta Polisi Tuntaskan Kasus Pemukulan Jurnalis TV di Mamuju  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.COJakarta - Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Barat diminta segera menangani kasus kekerasan terhadap wartawan TV yang meliput pembangunan rumah sakit di Kabupaten Mamuju.

    "Kami harap Polda Sulbar segera menangani kasus kekerasan wartawan di Mamuju, karena kami menganggap kasus tersebut lamban ditangani Polres Kabupaten Mamuju," kata Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kabupaten Mamuju Wais Walkoni di Mamuju, Senin, 13 Maret 2017.

    Baca: Kekerasan pada Jurnalis di Aksi 112, Polisi Periksa CCTV

    Walkoni mengatakan sudah sebulan kasus kekerasan yang dialami wartawan Manakarra TV, Busman Rasyid, dilaporkan ke Kepolisian Resor Mamuju, tapi belum ada kejelasan proses hukumnya. Polres Mamuju pun lamban menangani kasus hukum ini.

    Karena itu, Walkoni meminta aparat Polda Sulbar menangani secara tuntas kasus kekerasan jurnalis tersebut sesuai dengan aturan hukum.

    "Kami mengutuk kasus tindakan pemukulan dan kekerasan yang dialami Busman Rasyid saat menjalankan tugas jurnalistiknya di rumah sakit regional Sulawesi Barat, yang juga kami nilai terdapat kejanggalan dalam pembangunannya dan merugikan negara," katanya.

    Menurut dia, kekerasan yang dialami wartawan Manakarra TV adalah pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

    Simak pula: Tommy Soeharto Calon Presiden 2019, Dua Partai Akan Berkoalisi

    Walkoni menambahkan, kasus kekerasan yang dialami Busman Rasyid tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sebab, sudah terjadi sembilan kasus kekerasan terhadap pers di Sulawesi Barat, tapi tidak ada satu pun kasus yang diselesaikan.

    "Pers harus dilindungi sebagai pencari informasi. Kekerasan tidak boleh dibiarkan terus-menerus terjadi, dan PMII Mamuju bersama jurnalis akan terus mendesak agar kasus kekerasan terhadap wartawan dapat diselesaikan sesuai dengan aturan hukum," tutur Walkoni.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.