Gelandangan Dikeroyok Gara-gara Hoax, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Reporter

TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Brebes - Kepolisian Resor Brebes mengusut kasus pengeroyokan gelandangan di Desa Tegalreja, Kecamatan Banjarharjo. Gelandangan tersebut jadi sasaran amuk massa setelah dituduh sebagai penculik akibat warga terpengaruh berita hoax. Pria asal Kuningan tersebut dipukuli dan diseret keliling kampung layaknya hewan hasil buruan oleh warga setempat.

Kepala Kepolisian Resor Brebes, Ajun Komisaris Besar Luthfie Sulistiawan, mengungkapkan polisi telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah warga setempat yang terlibat pengeroyokan, termasuk yang mengarak korban keliling kampung. “Sudah ditetapkan (sebagai tersangka), ada empat orang,” kata Luthfie, Ahad, 12 Maret 2017.

Empat tersangka tersebut adalah Santono, 26 tahun; Juwita, 53 tahun; Tarjo, 51 tahun; dan Ganang, 22 tahun. Mereka semua berasal dari Desa Tegalreja. Para tersangka tersebut saat ini diamankan di ruang tahanan Polres Brebes.

Baca: Gara-gara Hoax Penculik Anak, Gelandangan Dikeroyok di Pantura

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa baju korban, dua utas tali dari karung goni, dan seutas tali dari pelepah pisang. Tali-tali tersebut digunakan para pelaku untuk menyeret korban. Pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan.

Korban yang bernama Oyo Mulya (bukan Utoyo, seperti diberitakan sebelumnya) tersebut merupakan Desa Citiu Kecamatan Garawangi, Kuningan Jawa Barat. Oyo mengaku sudah empat tahun pergi dari rumah dan menggelandang di jalanan. “Anak dan istri saya sudah tidak ada, sudah meninggal,” kata dia saat ditemui di rumah sakit umum daerah (RSUD) Brebes.

Baca juga: Menteri Khofifah: Pak Hasyim Muzadi Hanya Perlu Istirahat

Dia membantah tudingan soal penculikan anak. Menurut dia, apa yang dituduhkan kepadanya merupakan fitnah. Dia sempat bercerita sebelum peristiwa pengeroyokan itu, dia sedang berjalan di pematang sawah di Dukuh Jantilan, Desa Tegalreja. Saat itu seseorang meneriakinya penculik. Sontak dia lari ketakutan dan dikejar warga. Dia ditangkap dan dipukuli.

“Saya hanya bisa menyebut nama Allah. Itu senjata pamungkas saya,” kata dia terbata-bata. Beruntung polisi datang dan mengamankan Oyo. Saat ini dia dirawat di RSUD Brebes.

Untuk mencegah peristiwa itu terulang lagi, Pemerintah Kabupaten Brebes menyebar selebaran berisi ajakan untuk menolak informasi hoax. Petugas dari Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) ke sejumlah tempat strategis seperti pasar, rumah makan, dan rumah-rumah warga.

Baca juga: Kiai Muda NU Perbolehkan Pilih Pemimpin Non-Muslim

Selebaran juga disebar ke daerah pelosok, termasuk di Kecamatan Banjarharjo, lokasi dimana gelandangan diamuk massa. “Sejak Kamis, 9 Maret kami berkeliling mengkampanyekan anti hoax kepada masyarakat,” kata Kasi Pengelolaan informasi dan Diseminasi Diskominfotik Brebes, Akhmad Rofi. Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu penculikan yang belum tentu kebenarannya.

MUHAMMAD IRSYAM FAIZ






Mau Pemilu, Brasil Cemaskan Fitur Baru WhatsApp Ini

30 Juli 2022

Mau Pemilu, Brasil Cemaskan Fitur Baru WhatsApp Ini

Juru bicara WhatsApp mengatakan mereka akan terus mengevaluasi kapan waktu terbaik untuk meluncurkan fitur tersebut di Brasil.


Waspada Hoax Surat Kenaikan Tarif Transfer

29 Juli 2022

Waspada Hoax Surat Kenaikan Tarif Transfer

Pelaku kejahatan siber berupaya dengan berbagai cara mencari kelemahan calon korban. Ada yang melalui iklan palsu di media sosial hingga yang terbaru surat kenaikan tarif transfer antar bank.


BPJS Kesehatan Uji Skema Sharing Iuran di Brebes

27 Juli 2022

BPJS Kesehatan Uji Skema Sharing Iuran di Brebes

SSI memungkinkan Pemerintah Daerah untuk membantu pembiayaan iuran peserta mandiri dengan alokasi yang disesuaikan dengan kemampuan finansial daerah.


Terkini Bisnis: Zulhas Pertimbangkan Cabut DMO, Hoax Lowongan Kerja PGN

22 Juli 2022

Terkini Bisnis: Zulhas Pertimbangkan Cabut DMO, Hoax Lowongan Kerja PGN

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Jumat siang, 22 Juli 2022 antara lain Mendag Zulkifli Hasan yang tengah mempertimbangkan mencabut DMO CPO.


Kata BMKG Soal Tweet 'Tsunami Tropi buat King EMYU'

22 Juli 2022

Kata BMKG Soal Tweet 'Tsunami Tropi buat King EMYU'

BMKG menyatakan sudah menindaklanjuti unggahan semacam meme soal 'Tsunami Tropi buat King EMYU' yang menggunakan akun BMKG.


Lowongan Kerja di PGN Hoax, Pelamar Diimbau Mengecek di Situs Resmi

22 Juli 2022

Lowongan Kerja di PGN Hoax, Pelamar Diimbau Mengecek di Situs Resmi

Kepala Divisi Corporate Communication PT PGN Tbk, Krisdyan Widagdo Adhi menyatakan informasi lowongan kerja ada di situs resmi.


Hoax Lowongan Kerja di Perusahaan Gas Negara untuk Berbagai Posisi

21 Juli 2022

Hoax Lowongan Kerja di Perusahaan Gas Negara untuk Berbagai Posisi

Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menyatakan kepada seluruh pelamar agar berhati-hati kepada penipuan lowongan kerja yang mengatasnamakan PGN.


Cerita Anggota Khilafatul Muslimin yang Pemimpinnya Ditahan Polisi

17 Juni 2022

Cerita Anggota Khilafatul Muslimin yang Pemimpinnya Ditahan Polisi

Berawal dari konvoi motor yang viral di Brebes, anggota Khilafatul Muslimin di Brebes ini mulai berurusan dengan polisi. Empat hari diperiksa polisi.


Hoax Tol Becakayu Ambruk, Bina Marga Bekasi: Pemasangan Girder Box Kereta Cepat

14 Juni 2022

Hoax Tol Becakayu Ambruk, Bina Marga Bekasi: Pemasangan Girder Box Kereta Cepat

Dinas Bina Marga Kota Bekasi memastikan Tol Becakayu dalam kondisi baik, sementara proyek di video viral adalah pemasangan girder box kereta cepat.


Kemenag Siapkan Modul Guru agar Tahan Banting dan Kebal Hoax

13 Juni 2022

Kemenag Siapkan Modul Guru agar Tahan Banting dan Kebal Hoax

Modul tersebut diharapkan Kemenag menjadi petunjuk bagi guru madrasah agar tahan banting dalam situasi apa pun dan kebal hoax.