Terumbu Karang di Raja Ampat Ditabrak Kapal,Kementerian Kirim Tim

Reporter

Pemandagan gugusan bukit kars Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 19 November 2016. Selain memiliki keindahan pemandangannya, kawasan Raja Ampat juga mempunyai keindahan pemandangan bawah lautnya yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. TEMPO/Hariandi Hafid

TEMPO.CO, Jakarta -- Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengirimkan tim untuk menyelidiki kerusakan terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat. Terumbu karang itu rusak akibat ditabrak sebuah kapal pesiar, Caledonian Sky, berbendera Bahama, ketika permukaan air laut surut.

"Tim sudah diberangkatkan ke sana. Begitu kejadian langsung dilakukan evaluasi kerusakannya apa," kata Kepala Biro Kerja Sama dan Humas KKP Lily Aprilya, saat dihubungi Tempo, Minggu, 12 Maret 2017.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut bersama Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ikut dalam tim yang berangkat ke lokasi kejadian. Mereka tiba Ahad hari ini.

Baca: Terumbu Karang Raja Ampat Ditabrak Kapal, Berapa Kerugiannya?

Adapun tim lokal Sorong dan BKKPN Kupang serta Satker PSDKP sejak beberapa hari lalu telah meninjau kerusakan sementara. Direktur Jenderal PRL, Bramantya Satyamurti mengatakan rapat akan digelar bersama sejumlah pihak lain pada Ahad malam ini.

Rapat itu diikuti oleh tim dari KKP, Kementerian Koordinator Kemaritiman, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah Raja Ampat. Rapat tersebut, kata Bramantya, adalah pengumpulan semua informasi kronologis, perijinan, serta data teknis coral reef yang terdampak selanjutnya. "Kami akan persiapkan langkah-langkah pemerintah terhadap cruise tersebut," ucapnya.

Caledonian Sky merupakan cruise berbendera Bahama, yang dimiliki operator Caledonian Noble. Kapal sepanjang 90 meter itu menabrak terumbu karang setelah perjalanan ke Pulau Waigeo pada 4 Maret 2017 lalu.

EGI ADYATAMA






KKP Stop 2 Proyek Reklamasi di Kepri, Simak Temuan Petugas dan Argumen Pelaku

15 jam lalu

KKP Stop 2 Proyek Reklamasi di Kepri, Simak Temuan Petugas dan Argumen Pelaku

Penghentian dua proyek reklamasi ini disebutkan langkah tegas KKP menyukseskan salah satu dari lima program prioritas ekonomi biru.


Warga Kendeng Surati Jokowi soal Banjir Berkepanjangan, Sampaikan 4 Tuntutan

16 hari lalu

Warga Kendeng Surati Jokowi soal Banjir Berkepanjangan, Sampaikan 4 Tuntutan

Sejumlah warga Kendeng menyurati Presiden Jokowi atas timbulnya banjir berkepanjangan di sekitar Pegunungan Kendeng.


Menteri Trenggono Tampung Aspirasi Nelayan tentang PNBP Pascaproduksi

19 hari lalu

Menteri Trenggono Tampung Aspirasi Nelayan tentang PNBP Pascaproduksi

Trenggono mempersilakan pelaku usaha memberikan masukan terkait besaran indeks yang diinginkan.


Menghadapi Resesi, Terapkan Frugal Living Bisa jadi Solusi

32 hari lalu

Menghadapi Resesi, Terapkan Frugal Living Bisa jadi Solusi

Menerapkan Frugal Living saat resesi bisa menyelamatkan kamu.


Tingkatkan Garam Premium, KKP Resmikan Rumah Garam Prisma

38 hari lalu

Tingkatkan Garam Premium, KKP Resmikan Rumah Garam Prisma

Pengelolaan rumah garam prisma di Pulau Legundi diserahkan kepada Koperasi Terang dan Garam Indonesia.


Penangkapan Ikan Terukur Mulai Berlaku Januari 2023, Tunggu Persetujuan Jokowi

40 hari lalu

Penangkapan Ikan Terukur Mulai Berlaku Januari 2023, Tunggu Persetujuan Jokowi

Trenggono mengatakan program penangkapan ikan terukur diperlukan agar populasi perikanan terjaga dengan baik.


KKP Perkuat Kerja Sama Konservasi Habitat Pesut Mahakam

49 hari lalu

KKP Perkuat Kerja Sama Konservasi Habitat Pesut Mahakam

Populasi pesut Mahakam saat ini hanya sekitar 60-70 ekor. Tiap tahun rata-rata 4 ekor pesut mati.


KKP Inisiasi Program Desa Pesisir Bersih Mandiri di Banyuwangi

49 hari lalu

KKP Inisiasi Program Desa Pesisir Bersih Mandiri di Banyuwangi

KKP memberikan bantuan dan meresmikan sarana dan prasarana Desa Pesisir Bersih kepada kelompok KUB Bhina Karya.


Tolak Pengesahan RKUHP, AJI tanah Papua Gelar Aksi di 2 Lokasi

5 Desember 2022

Tolak Pengesahan RKUHP, AJI tanah Papua Gelar Aksi di 2 Lokasi

AJI menggelar aksi tolak pengesahan RKUHP di 40 kota, diantaranya di Manokwari dan Jayapura.


Aktivis Melihat Potensi Tersembunyi Kerusakan Lingkungan dari RKUHP

4 Desember 2022

Aktivis Melihat Potensi Tersembunyi Kerusakan Lingkungan dari RKUHP

RKUHP dinilai oleh pegiat lingkungan memiliki potensi tersembunyi menyebabkan kerusakan pada kelestarian alam.