Soal Dana Frankfurt Book Fair, Goenawan Mohamad: Itu Fitnah!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Goenawan Mohamad, saat menghadiri pembukaan Frankfurt Book Fair 2015 di Jerman, 13 oktober 2015. TEMPO/Arif Zulkifli

    Goenawan Mohamad, saat menghadiri pembukaan Frankfurt Book Fair 2015 di Jerman, 13 oktober 2015. TEMPO/Arif Zulkifli

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Nasional untuk Frankfurt Book Fair 2015, Goenawan Mohamad, menanggapi pelaporan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Ini berkaitan dengan laporan Government Against Corruption dan Discrimination (GACD) ke KPK atas dugaan penyelewengan dana Frankfurt Book Fair 2015.

    Meski demikian, Goenawan menegaskan tanggapan tersebut tidak berkaitan dengan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. “Saya yang bertanggung jawab kok, saya ketua komite nasional. Dan bahwa itu korupsi, itu fitnah!” kata Goenawan saat dihubungi di Jakarta, Ahad, 12 Maret 2017.

    Baca: Dana Frankfurt Book Fair, Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK

    KPK menerima laporan dari Andar Situmorang, Ketua GACD, atas dugaan penyelewengan dana tersebut. Dalam tanda bukti penerimaan laporan, Anies dilaporkan diduga tersangkut korupsi pembiayaan proyek Frankfurt Book Fair 2015 yang berlangsung pada 13-18 Oktober 2015.

    Gelaran tersebut menghabiskan dana Rp 146 miliar. Saat itu, posisi Anies sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam laporannya, Andar melampirkan satu dokumen kronologi laporan dugaan tindak pidana korupsi, yang diduga dilakukan Anies saat menjabat.

    Goenawan pun merespons. Melalui akun Facebook-nya, @goenawanmohamadofficial, ia mengklarifikasi atas pemberitaan terkait dengan gelaran yang menjadikan Indonesia sebagai tamu kehormatan tersebut.

    Simak juga: Goenawan Mohamad: Frankfurt Book Fair Proyek Sekali Seumur Hidup

    “Maka jika ada yang perlu dilaporkan ke KPK, itu adalah saya, bukan Anies Baswedan. Bukan karena saya mau pasang badan buat Anies, yang bukan pilihan saya untuk pilkada kali ini. Tapi karena tak adil bagi dia,” tulis Goenawan.

    Ia menyebutkan Anies melanjutkan agenda yang telah disetujui menteri sebelumnya, Muhammad Nuh. "Dan saya senang bekerja bersama dia: saya memimpin team profesional, dia aparat Kementerian. Hasilnya bisa dilihat dari kesaksian dan liputan media terkemuka Jerman," tulisnya.

    Sastrawan kelahiran Batang, Jawa Tengah, ini menjelaskan pernyataan dalam akun Facebook-nya tersebut bukan hanya terkait dengan perkara Frankfurt Book Fair 2015. Menurut dia, ini berkaitan dengan banyaknya berita fitnah pada masa pilkada DKI Jakarta.

    “Yang penting dari situ, adalah saya menentang fitnah dari kedua belah pihak. Pilkada harus dibersihkan dari permainan fitnah,” kata Goenawan.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.