Pertemuan Jokowi-SBY, Analis Politik: Pertaruhan Besar Politik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pertemuan presiden Jokowi dengan presiden keenam RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, SBY di Teras Istana Merdeka, Jakarta, 9 Maret 2017. TEMPO/Aditya

    Suasana pertemuan presiden Jokowi dengan presiden keenam RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, SBY di Teras Istana Merdeka, Jakarta, 9 Maret 2017. TEMPO/Aditya

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan Jokowi-SBY di Istana Merdeka, Kamis, 9 Maret 2017, lalu menuai beragam tanggapan.  Termasuk dari Donny Gahral Adiansyah, analis politik dari Universitas Indonesia (UI), yang sebelumnya menganggap pertemuan politis Presiden Joko Widodo dan presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tak perlu diadakan, saat banyak pihak justru mempecepat segera pertemuan kedua tokoh itu untuk mendinginkan suasana yang memanas, Januari lalu.

    "Pertemuan tersebut tidak perlu dilakukan, sebab publik justru akan menilai SBY bernegosiasi dengan Jokowi untuk kepentingan politik jangka pendek," kata Donny, Senin, 23 Januari 2017.

    Baca juga:

    Analis Politik: Jokowi dan SBY Tak Perlu Bertemu
    Pertemuan Jokowi-SBY, Pratikno: Mungkin Setelah Pilkada

    Namun, Menteri Sekretaris Negara Pratikno kemudian menjawab pertanyaan public dengan mencoba mengagendakan setelah Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017. Dan, terjadilah pertemuan Jokowi-SBT tersebut di Veranda Istana Merdeka, Kamis lalu, bersamaan di tempat lain tengah dibacakan dakwaan jaksa KPK berkaitan dengan kasus megakorupsi e-KTP.

    Pertemuan Jokowi-JK, menurut Donny, tak bisa dipisahkan dari Pilkada DKI Jakarta lalu. "Kekalahan AHY (Agus-Sylvi) bukan kekalahan personal tetapi institusional, yakni Partai Demokrat," katanya. Untuk itu, ia berpendapat, SBY perlu menyelamatkan masa depan partai dengan merapat pada Jokowi sebagai kekuatan politik yang kombinasi antara personal dan institusional.

    Baca pula:

    Jokowi-SBY Obrolkan Maju Kena Mundur Kena Hingga ...
    Jokowi dan SBY di Beranda Istana, Ini yang Dibicarakan

    "SBY akhirnya sadar bahwa berhadapan frontal dengan Jokowi adalah pangkal kerugian politik di masa mendatang. Langkah politik yang cerdas adalah merapat dan menghitung ulang kemungkinan-kemungkinan politik,” kata Donny.                       

    Pertemuan tersebut bukan semata perkara Pilkada DKI Jakarta, memang. "Saya kira ada pertaruhan politik yang lebih besar sehingga SBY perlu bertemu dengan Jokowi," kata Donny.                       

    Kalkulasi politik pun tentu terjadi di pihak Jokowi.  "Pasti ada. Tapi, satu hal yang pasti, Jokowi tidak akan meninggalkan PDIP," ujar Donny, meyakini.

    S. DIAN ANDRYANTO

    Simak:
    Jokowi Terima SBY di Istana, PDIP: Kami Dukung Penuh
    Panas-Dingin Jokowi dengan SBY
    SBY dan Jokowi Sama-Sama Pernah Disadap, Ini Kisahnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.