Gede Pasek Merasa Tak Pernah Bertemu dengan Ketua Umum Gemura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi III  Gede Pasek Suardika. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura I Wayan Gede Pasek Suardika mengatakan, pihaknya tak pernah bertemu langsung dengan Ketua Umum Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) Oktasari Sabil. Dengan kenyataan tersebut, kata dia dapat menjadi bukti untuk menampik tuduhan bahwa ia pernah melakukan intimidasi terhadap Oktasari.

    "Sampai sekarang saya tidak pernah ketemu. Itu kan bahan bagus yang akan kami kumpulkan. Lalu bagaimana (bisa dikatakan) mengintimidasi," ujar Gede Pasek kepada Tempo, Sabtu, 11 Maret 2017.

    Baca juga:

    Dituding Memfitnah, Gede Pasek Dilaporkan oleh Gemura

    Gede Pasek menuturkan, pihaknya hanya bertemu dengan anggota Gemura yang merupakan sayap partai Hanura yang loyal. Yakni mereka yang bersemangat dan setia serta mengerti organisasi. "Mereka yang tidak loyal, maka bukan lagi bagian dari Hanura. Tanya saja, pernah nggak saya ketemu pelapor?" tutur Gede.

    Persoalan antara Gede Pasek dan Oktasari berawal saat kemarin, Okta yang merupakan Ketua Umum Gemura melaporkan Gede ke Polda Metro Jaya atas tuduhan fitnah. Menurut Oktasari, Gede menyebut dirinya pernah mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI melalui partai lain. Namun Oktasari menegaskan, ia mencalonkan diri dari Hanura.

    Baca pula:
    Dilaporkan Gemura Atas Dugaan Fitnah, Ini Tanggapan Gede Pasek

    Menanggapi laporan tersebut, Gede menegaskan, yang menjadi pemimpin gerakan atas nama Gemura adalah mantan caleg partai lain, sehingga tidak etis jika dia menjual nama Hanura. "Saya tidak pernah bilang Ketum Gemura, tetapi pemimpin gerakannya. Sehingga tuduhan Ketum Gemura salah alamat. Pemimpin UI dan gerakan dengan Ketua Umum itu beda makna, buktinya juga kami punya," kata Gede.

    Ia menambahkan, saat ini dibutuhkan ketegasan dalam kepemimpinan partai. Terkait dengan ketegasan, menurut dia, Hanura yang awalnya berada di ranking ke-10 dapat naik ke atas karena konsolidasi partai berjalan maksimal. "Pengganggu yang suka manuver untuk ancam-ancam lalu minta jabatan tidak akan ada tempat di periode sekarang. Maaf saja," kata dia.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.