Tawarkan Giok untuk Raja Salman, Pria Ini Diperiksa Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haliq Basba'i diperiksa polisi karena ingin menawarkan giok untuk Raja Salman di depan Hotel St Regis, Jumat 10 Maret 2017. (Istimewa)

    Haliq Basba'i diperiksa polisi karena ingin menawarkan giok untuk Raja Salman di depan Hotel St Regis, Jumat 10 Maret 2017. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Keberadaan Raja Salman di Bali terus menarik perhatian banyak orang. Kepala Bidang Humas Polda Bali Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja mengatakan kembali mengintrogasi seorang pria bernama Haliq Basba'i, 55 tahun, karena ingin bertemu Raja Salman. Haliq diperiksa sekitar pukul 11.30 Wita.

    "Setelah salat Jumat yang bersangkutan (Haliq Basba'i) sudah dilepas. Setelah dicek semua tidak ada unsur kriminal yang dia lakukan," katanya, Jum'at, 10 Maret 2017.

    Baca: Raja Salman di Bali, Ada yang Mengajukan Proposal Dana Masjid

    Hengky menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan anggota kepolisian Haliq mencoba masuk ke hotel Saint Regis bertemu Raja Salman karena ingin menawarkan batu giok. "Selain menjadi pedagang batu giok dan sarang burung walet, dia (Haliq) juga menjadi guru bahasa Arab di Situbondo," ujarnya.

    Sebelumnya, sudah ada dua orang yang ingin bertemu Raja Salman, yaitu Dewi Palapa dan Mariana.

    Baca: Unggah Foto Princess Raja Salman, Pemilik Spa Ini Minta Maaf

    Pada Senin, 6 Maret, Dewi Palapa yang mengendarai sepeda motor bernomor DK 1000 DW nekat masuk ke hotel Saint Regis untuk memberikan kado kepada Raja Salman. Sedangkan Mariana yang mengaku berjulukan Kanjeng Ratu Hamengku Buwono X, pada Selasa, 7 Maret juga ngotot bertemu Raja Salman. Polisi menduga Mariana mengalami gangguan kejiwaan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Bangli.

    Adapun pada Kamis, 9 Maret seorang pria bernama Presli Simon Situmeang diamankan polisi karena nekat masuk Hotel Saint Regis untuk bertemu dengan Putri Deena Aljuhani Abdulaziz.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.