Sabtu, 24 Februari 2018

Dana Frankfurt Book Fair, Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK  

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 10 Maret 2017 17:59 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dana Frankfurt Book Fair, Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK   

    Anies Baswedan menyapa masyarakat dengan menunjukkan 3 jarinya pada kampanye putaran kedua di RW 06 Grogol Utara, Jakarta Selatan, 9 Maret 2017. Dalam pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh RW setempat. Tempo/Febri Husen/Magang

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, dilaporkan Government Against Corruption dan Discrimination (GACD) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyelewengan dana Frankfurt Book Fair 2015. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan akan menindaklanjuti laporan yang dibuat Direktur Eksekutif GACD Andar Mangatas Situmorang tersebut.

    “Kami telaah dan kami lihat apa ada indikasi tindak pidana korupsi atau tidak,” kata Febri di KPK, Jumat, 10 Maret 2017.

    Baca juga: Anies: Saya Bukan Menantang Ahok, tapi Berikhtiar Ganti Petahana

    Kemarin, Kamis, 9 Maret 2017, KPK menerima laporan dari Andar. Dalam tanda bukti penerimaan laporan, Anies dilaporkan diduga tersangkut korupsi pembiayaan proyek Frankfurt Book Fair 2015.

    Frankfurt Book Fair 2015, yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2015, menghabiskan dana Rp 146 miliar. Saat itu, posisi Anies sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam laporannya, Andar melampirkan satu dokumen kronologis laporan dugaan tindak pidana korupsi, yang diduga dilakukan Anies  saat menjabat.

    Febri memastikan laporan terhadap Anies akan diperlakukan sama dengan laporan-laporan lain yang masuk. Sebab, KPK tidak boleh menolak semua laporan masuk. Namun tidak semua laporan yang masuk merupakan tindak pidana korupsi. Bisa jadi laporan tentang tindak pidana korupsi, tapi bukan kewenangan KPK.

    Simak pula: Kata Goenawan Mohamad : Frankfurt Book Fair Proyek Sekali Seumur Hidup

    “Karena ini (laporan terhadap Anies) fase awal sebenarnya dari laporan masyarakat,” ujar Febri. Ia mengatakan butuh waktu untuk menelaah lebih lanjut. Dia melanjutkan, tidak ada batasan waktu untuk menentukan setiap laporan masuk kategori tindak pidana korupsi.

    Sebab, kata Febri, banyak laporan yang diterima mengandung informasi variatif. Namun ia menjamin semua laporan yang masuk akan ditelaah lebih dulu.

    Saat dikonfirmasi terkait dengan laporan tersebut, Anies enggan berkomentar banyak. "Sebenarnya lebih baik yang jelasin, yang lapor, ya," ujar Anies di kawasan Jakarta Selatan, Jumat, 10 Maret 2017.

    Lihat juga: Kubu Ahok Bertemu KPU, Anies Diminta Buat Laporan Pelanggaran

    Anies mengaku tidak tahu dia dilaporkan ke KPK terkait dengan kasus apa. "Hari gini, gitu, ya. Mau pilkada muncul laporan-laporan yang macam-macam, ya, Sandi (Sandiaga Uno). Biar deh yang menjelaskan yang lapor," kata calon Gubernur DKI Jakarta itu.

    Menurut Anies, laporan tersebut hanya sekedar "lucu-lucuan" selama pilkada berlangsung. "Selalu ada yang meriah-meriah begini. Jadi harap sabar, ini ujian," ujarnya.

    DANANG FIRMANTO | AMMY HETHARIA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.