Makassar Butuh 50 Ribu Blangko E-KTP

Reporter

Tempo/Prima Mulia

TEMPO.CO, Makassar - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar, Nielma Palamba mengaku pihaknya masih membutuhkan 50 ribu lembar blangko Elektronik KTP (e-KTP). Sebab, sudah banyak warga Makassar yang telah melakukan perekaman data berkisar 945 ribu orang, namun hingga kini belum mendapatkan e-KTP.

"Sampai saat ini masih ada 24 ribu orang yang belum dapat blangko, itu belum yang terhitung rusak, pindah, masuk dan hilang. Dan semua harus dibuatkan karena tidak mungkin mereka berdomisili di Makassar, tanpa memiliki KTP," kata Nielma Palamba, Jumat 10 Maret 2017.

Baca: 9 Politikus Ini Kompak Menyangkal Terima Duit E-KTP

Kendati demikian, Nielma mengatakan, tetap berupaya memberikan pelayanan bagi warga meski tanpa blangko e-KTP. Dengan cara menerbitkan surat keterangan sementara sebagai pengganti e-KTP yang berfungsi selama enam bulan.

"Tapi kalau blangko belum datang juga, maka surat keterangan pengganti e-KTP kami perpanjang terus jika masa berlakunya habis," tutur dia.

Nielma mengakui bahwa kekosongan blangko e-KTP sudah terjadi enam bulan terakhir, kosongnya material tersebut sejak September 2016 lalu. "Tapi bukan hanya di Makassar saja karena berlaku secara nasional dan semua provinsi di Indonesia."

Menurut dia, saat ini pihaknya intens menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat terkait masalah e-KTP. Informasi terakhir dari Kementerian Dalam Negeri berjanji bakal menyalurkan blangko e-KTP bagi Kota Makassar, akhir Maret 2017. "Kalau info terakhir, kami dijanjilan Kemendagri bulan ini."

Baca: Menteri Tjahjo: Kasus E-KTP Tak Ganggu Proses Perekaman Penduduk  

Namun, kata dia, proyek blangko e-KTP ini sudah dua kali gagal lelang, sehingga belum didistribusikan ke daerah. "Kami berdoa sajalah semoga blangko itu cepat ada," ujarnya. Sementara data dari Dinas Catatan Sipil Makassar jumlah warga mencapai 1,7 juta, sedangkan yang wajib memiliki KTP berkisar 1,2 juta jiwa.

Operator perekaman data e-KTP Kecamatan Panakkukang, Alfian Amir Tama mengungkapkan jumlah penduduk di wilayahnya yang wajib memiliki KTP 139.448 jiwa. Namun sekitar 5 ribu warga yang telah melakukan perekaman data e-KTP sejak Agustus 2016 lalu. "Jadi yang sudah merekam ini hanya diberikan surat keterangan sementara saja pengganti e-KTP," ucap Alfian. Sedangkan warga yang melakukan perpanjangan itu sekitar 600 orang per bulannya.

Baca: Disebut Terima Duit E-KTP, Menteri Yasonna: Saya Kaget

Sementara seorang warga Kelurahan Bulorokeng, Kecamatan Biringkanaya, Fadli Tahir mengatakan dirinya datang ke kantor Dinas Catatan Sipil Makassar untuk mengurus surat keterangan sementara pengganti e-KTP. "Saya sejak 2012 lalu lakukan perekaman, tapi sampai sekarang belum juga keluar e-KTP saya," ucap dia saat ditemui di kantor Dinas Catatan Sipil Makassar.

Hal itu yang membuat ia mengeluh lantaran sulit melakukan pengurusan ketika dibutuhkan KTP, misalnya keperluan kredit kepemilikian rumah.

DIDIT HARIYADI







F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

23 hari lalu

F8 Makassar Mendorong Sektor Ekonomi Kreatif Bertumbuh

Ada tiga simbol utama yang selalu muncul di setiap F8 Makassar, yakni anak-anak, keterlibatan difabel, dan pertunjukan kolosal.


Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

7 Juli 2022

Inilah Alasan Nama Ujung Pandang Berganti Jadi Makassar

Kota Makassar ternyata pernah mengalami dinamika pergantian nama. Dari mulanya bernama Makassar berganti jadi Ujung Pandang, hingga menjadi Makassar kembali. Lantas, apa alasan pergantian nama tersebut?


Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

8 April 2022

Potensi Zakat di Makassar Mencapai Rp 2 Triliun Per Tahun

Anshar mengatakan zakat adalah milik orang lain yang dititipkan. Karena itu, jangan berbangga memberikan zakat.


Hari Ini, HUT Kota Makassar ke-414 di Kanal YouTube Makassar Recover Channel

9 November 2021

Hari Ini, HUT Kota Makassar ke-414 di Kanal YouTube Makassar Recover Channel

HUT Kota Makassar ke-414 dengan mengangkat tema Recovery untuk Masa Depan. Tema ini diambil sebagai bentuk semangat kebangkitan di masa pandemi.


Ada Anggota FPI Terlibat Terorisme? Munarman: Pengakuan Itu Skenario Terencana

5 Februari 2021

Ada Anggota FPI Terlibat Terorisme? Munarman: Pengakuan Itu Skenario Terencana

Mantan Sekretaris Umum DPP FPI Munarman menuding pengakuan terduga terduga aksi terorisme JAD Ahmad Aulia sebagai anggota FPI adalah suatu skenario.


Tahukah Kamu Bus Wisata Metro Makassar Hasil Daur Ulang Mobil Sampah

3 Desember 2020

Tahukah Kamu Bus Wisata Metro Makassar Hasil Daur Ulang Mobil Sampah

Pemerintah Kota Makassar menyulap mobil pengangkut sampah menjadi bus wisata. Siapapun bisa naik bus wisata ini dengan gratis.


Pemkot Makassar Melarang Open House Saat Lebaran 2020

22 Mei 2020

Pemkot Makassar Melarang Open House Saat Lebaran 2020

Pemerintah Kota Makassar meminta seluruh instansi agar tidak menggelar open house dan halal bihalal saat Lebaran 2020 atau Idul Fitri.


Gedung Mulo, Spot Buka Puasa Generasi Milenial dan Menu Jaman Now

11 Mei 2019

Gedung Mulo, Spot Buka Puasa Generasi Milenial dan Menu Jaman Now

Aneka makanan kekinian untuk buka puasa di Gedung Mulo, Kota Makassar, antara lain avokad kocok, mi bakso suki, sop duren, minuman mocktail.


Eight Festival Makassar Akan Hadirkan Robot Sophia

29 April 2019

Eight Festival Makassar Akan Hadirkan Robot Sophia

Jika robot Sophia muncul di Eight Festival (F8) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, maka robot itu akan diprogram untuk menari tarian tradisional.


29 Ribu Obat PCC di Makassar Berasal dari Jakarta

17 September 2017

29 Ribu Obat PCC di Makassar Berasal dari Jakarta

Obat PCC sebanyak 29 ribu butir yang ditemukan di gudang milik pedagang besar farmasi berinisial SS berasal dari Pasar Pramuka, Jakarta Timur.