56 Mantan Teroris Ikut Program Deradikalisasi ala Bupati Dedi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berada di depan ruang Vihara Buda yang ada di SMP Yos Soedarso Purwakarta, Selasa, 1 November 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berada di depan ruang Vihara Buda yang ada di SMP Yos Soedarso Purwakarta, Selasa, 1 November 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyerahkan 56 mantan teroris yang tinggal di wilayah Jawa Barat untuk menjalani program deradikalisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

    "Mereka kami serahkan ke Pak Dedi (Mulyadi, Bupati Purwakarta)," kata Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris setelah memberikan ceramah di hadapan ratusan pelajar Sekolah Ideologi Purwakarta, di taman Maya Datar Purwakarta, Jumat, 10 Maret 2017. Para mantan teroris itu, ujar dia, selama ini juga dalam pembinaan deradikalisasi BNPT.

    Kepercayaan yang diberikan BNPT, Irfan menjelaskan, karena Dedi dinilai berhasil melakukan deradikalisasi terhadap mantan teroris Agus Marshal. Bahkan Agus kini jadi salah satu pengajar di Sekolah Ideologi dan Akademi Kebangsaan.

    Baca: Mantan Teroris Agus Marshal, Gagal Ternak Ayam Jadi Mandor

    Dedi yang diberi amanah BNPT tersebut menyatakan kesiapannya. "Ya, kami bersedia untuk membina mereka yang semula berbeda kerangka berpikir, ideologi, dan pernah 'bertapa' (dipenjara) tersebut," tutur Dedi.

    Dedi menyatakan akan melakukan deradikalisasi dengan cara yang khas yang langsung menukik pada persoalan pokok. "Pendekatannya personal, mengajak berpikir soal alam, sesama, dan lingkungan," katanya.

    Meski 56 mantan teroris tersebut tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, Dedi mengaku tak ada masalah. "Saya kan orang senang bertandang ke daerah-daerah bahkan pelosok perdesaan. Jadi, ini, tugas yang menantang sekaligus mengasyikkan," tutur Dedi.

    Baca: GP Ansor: Jember Masuk Zona Merah Radikalisme

    Ia sedikit membuka pendekatan kultural yang akan dilakukan dalam program deradikalisasi tersebut. "Mereka yang berada di daerah, seperti Cirebon, saya akan carikan areal pertanian untuk diajak bertani sekaligus menenangkan pikiran," tutur Dedi.

    Ketika ditanya ihwal biaya program deradikalisasi yang akan dilakukan Dedi, Irfan yang duduk di depannya, langsung menyahut, "Yang pasti, anggarannya dari negara."

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.