Polisi Temukan Senjata dan Amunisi Terduga Teroris Poso  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Senjata M-16, Spesifikasi L 1227392 USA, yang telah berhasil ditemukan oleh Tim Satuan Tugas Tinombala di Poso, 4 Maret 2017. Senjata tersebut diduga milik Basri alias Bagong, tangan kanan gembong teroris Santoso. Foto: Humas Polda Sulawesi Tengah

    Senjata M-16, Spesifikasi L 1227392 USA, yang telah berhasil ditemukan oleh Tim Satuan Tugas Tinombala di Poso, 4 Maret 2017. Senjata tersebut diduga milik Basri alias Bagong, tangan kanan gembong teroris Santoso. Foto: Humas Polda Sulawesi Tengah

    TEMPO.CO, Palu - Tim Satuan Tugas Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, menemukan senjata api laras panjang yang diduga milik anggota Mujahidin Indonesia Timur yang hanyut di Sungai Puna, Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir. Penemuan tersebut didapatkan warga saat mencari batu kali di wilayah tersebut.

    “Senjata itu ditemukan masih lengkap dengan tali sandang dan berisi peluru 20 butir berkaliber 5,56 milimeter. Senjata tersebut dalam kondisi baik,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto kepada Tempo, Jumat, 10 Maret 2017.

    Baca: Suhardi: BNPT Terapkan Multistrategi Hadapi Teroris

    Hari menjelaskan, senjata itu ditemukan pada Sabtu, 4 Maret 2017, sekitar pukul 17.10 Wita di dasar Sungai Puna. Penemuan ini berawal saat masyarakat yang sedang mencari batu kali menemukan sebuah tali. Setelah ditarik dan dicurigai sebagai senjata api, tali itu dilepas.

    Kemudian sekitar pukul 15.45 Wita, warga tersebut melaporkan kejadian itu kepada petugas Satgas Operasi Tinombala, yang langsung melakukan koordinasi dan pencarian di lapangan. Akhirnya, Satgas berhasil mengangkat senjata tersebut. Senjata itu lalu diserahkan kepada tim Inafis untuk proses identifikasi.

    Baca: Begini 600 Ribu Warga Muslim Indonesia Terlibat Aksi Radikal

    Hari berujar, kuat dugaan senjata temuan itu milik Basri alias Bagong, tangan kanan gembong teroris Santoso yang ditangkap bersama istrinya saat terjebak di Sungai Puna pada 14 September 2016.

    "Saat itu, ada tiga orang, yakni Andika yang hanyut dan meninggal dunia, Nurmi Usman alias Oma yang terjebak di tengah sungai kemudian ditangkap, serta Basri yang berhasil menyeberangi sungai tapi tertangkap," ucap Hari.

    Berdasarkan pengakuan Basri waktu itu, dia membawa senjata api jenis M-16, tapi hanyut saat terseret derasnya arus sungai. Tim Satgas Tinombala lantas melakukan pencarian. Namun Satgas tidak mendapatkan hasil karena saat itu musim hujan dan air sungai meluap.

    Kelompok Mujahidin Indonesia Timur, yang kini tengah diburu Satgas Tinombala, menyisakan sembilan orang, satu di antaranya Ali Kalora. Mereka diperkirakan masih bersembunyi di hutan Poso, sekitar Poso Pesisir Bersaudara, dan Napu.

    AMAR BURASE



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.