PT PAL Garap Kapal Cepat Rudal Keempat Pesanan TNI AL  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT PAL telah membangun tiga Kapal Cepat Rudal sepanjang 60 meter (KCR60). Kapal cepat ini mampu membawa empat rudal permukaan ke permukaan C-705 buatan Tiongkok. Selain KCR60, PT Pal juga membangun KCR40, yang mampu membawa dua rudal C-705. globalsecurity.org

    PT PAL telah membangun tiga Kapal Cepat Rudal sepanjang 60 meter (KCR60). Kapal cepat ini mampu membawa empat rudal permukaan ke permukaan C-705 buatan Tiongkok. Selain KCR60, PT Pal juga membangun KCR40, yang mampu membawa dua rudal C-705. globalsecurity.org

    TEMPO.CO, Surabaya - PT PAL Indonesia (Persero) melakukan peletakan lunas kapal (keel laying) kapal cepat rudal 60 meter atau yang lebih dikenal dengan KCR-60M pesanan TNI Angkatan Laut. Peletakan lunas ini merupakan tahapan kedua dari proses pemotongan pelat pertama pada 2 Pebruari 2017.

    "Ini memasuki tahapan kedua dari lima tahap dalam proses pembangunan kapal," kata Direktur Pembangunan Kapal Perang dan Niaga Turitan Indaryo di Bengkel Assembly Divisi Kapal Perang PT PAL, Kamis, 9 Maret 2017.

    Dalam tahapan kedua proses keel laying itu, PT PAL mampu mencapai target pembangunan secara keseluruhan sebesar 38,09 persen dari target 21,9 persen. Artinya, pembangunan melampaui 16,18 persen, yang direncanakan selesai 28 April 2017.

    Baca juga: Dukung Ahok di Putaran Kedua, PDIP Kerahkan Kader Daerah

    Pengerjaan yang lebih cepat tersebut merupakan hasil penerapan sistem pembangunan empat starting point yang prosesnya dilakukan secara paralel, bukan serial. Sistem ini menggunakan pendekatan sistem modular, yakni membagi pengerjaan ke dalam empat zona, mulai Engine Room, Cargo Hold, Accommodation Bridge, hingga Wheel House.

    "Cara ini terbukti lebih cepat. Kami sudah mencobanya saat membangun kapal SSV (Strategic Sealift Vessel) pesanan Filipina tahun lalu," ujarnya.

    Strategi pembangunan kapal ini dipuji Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda TNI Leonardi. Pihaknya mengapresiasi PT PAL karena lebih cepat menyelesaikan tiga pesanan sebelumnya. "Kami berharap terus bersinergi, baik dalam hal membangun keamanan negara maupun kenyamanan dalam melaksanakan kerja," tuturnya.

    Baca juga: Ini Kata Tompi Soal Kian Seringnya Pesohor Bicara Politik

    Kapal perang jenis kapal patroli KCR-60M ini merupakan gelombang kedua dari kapal sejenis. Pada gelombang pesanan pertama, PT PAL telah menyerahkan tiga kapal cepat rudal pada 2014. Kapal gelombang kedua ini telah dikembangkan sesuai dengan keinginan TNI Angkatan Laut.

    Perbedaan pada kapal KCR-60M terletak pada penambahan sistem senjata yang lebih terintegrasi dengan kemampuan stabilitas yang prima. Kapal ini memiliki panjang 60 meter, draft 2,5-2,6 meter (full load), dan bobot 500 ton. Kecepatan patrolinya mencapai 15 knot dengan daya jelajah 20-28 knot. Jarak jelajahnya mencapai 2.400 nautical mile dan tahan berlayar selama lima hari. Selain itu, kekuatan mesin 2 x 5.100 BHP.

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.