Edarkan Sabu di Penjara, Begini Peran 6 Napi LP Madiun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Madiun - Aparat Kepolisian Resor Madiun Kota, Jawa Timur, menetapkan enam narapidana Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA sebagai tersangka penyalahgunaan narkotik jenis sabu-sabu. Mereka diduga mengkonsumsi narkotik di dalam penjara setelah mendapatkannya dari seseorang yang melemparkannya dari luar pagar.

    “Selain mengkonsumsi, mereka mengedarkannya di dalam LP,” kata Kepala Kepolisian Resor Madiun Kota Ajun Komisaris Besar Sonny Mahar Budi Adityawan, Kamis, 9 Maret 2017.

    Peredaran sabu-sabu di dalam LP, menurut dia, diperkuat dengan ditemukannya timbangan dan sejumlah plastik klip untuk mengemas. Alat bukti itu disita petugas dari Blok Brawijaya Nomor 6 yang ditempati enam narapidana tersebut. Adapun barang bukti berupa sabu-sabu seberat 45,28 gram dan 1,45 gram ditemukan di lokasi berbeda di luar Blok Brawijaya.

    Baca: Menteri Yasonna Pasang Alat Pendeteksi Narkoba di Lapas 

    Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun Kota Ajun Komisaris Sukono menjelaskan, enam narapidana yang menjadi tersangka penyalahgunaan sabu-sabu itu berasal dari sejumlah daerah. Mereka adalah Ipin, 26 tahun, warga Jalan Kenjeran, Surabaya; Eko (34), warga Kelurahan Demangan, Kota Madiun; Dikin (34), warga Surabaya; Tiono (31), warga Nganjuk; Deni (23), warga Magetan; dan Yunus (36), warga Padang Pariaman. Lima di antara mereka ditangkap polisi pada Senin, 20 Februari 2017. “Setelah dikembangkan, seorang tersangka lain kami amankan,” ujar Sukono.

    Menurut dia, para tersangka itu memiliki peran masing-masing, antara lain mengawasi dan mengambil sabu-sabu yang dilempar ke dalam LP. Narkotik itu diketahui menyangkut di atap poliklinik penjara tersebut. Sebagian lain berperan sebagai pengedar dan pengguna sabu-sabu di dalam LP.

    Baca: Peredaran Narkotik di Penjara, Menkumham: Memalukan

    Para tersangka, tutur dia, dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 dan 2 juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun atau hukuman mati.

    NOFIKA DIAN NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.