Kasus E-KTP Bikin Resah Golkar, Muncul Desakan Munaslub  

Reporter

Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

TEMPO.CO, Jakarta - Masuknya nama Ketua Umum Partai Golkar dalam dakwaan kasus suap Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP membangkitkan dorongan di lingkup internal partai yang mengarah pada musyawarah luar biasa. Kamis kemarin, 9 Maret 2017, sidang perdana kasus yang merugikan negara Rp 2,55 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun itu digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sidang menghadirkan dua terdakwa pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Beberapa pengurus pusat dan kader Partai Golkar mengatakan keterlibatan Setya Novanto dalam skandal megakorupsi ini membuat resah sebagian besar pengurus partai di tingkat pusat hingga daerah. Bahkan beberapa petinggi partai telah bergerilya ke pengurus daerah untuk menggalang dukungan menuju munaslub. Dukungan pengurus daerah penting untuk penyelenggaraan munaslub. Agenda munaslub, kata seorang pengurus Golkar, bisa mengarah pada pelengseran Setya dari posisi ketua umum. “Suara dan dukungan mengarah munaslub sudah ada,” kata seorang pengurus pusat Golkar.

Baca: Setya Disebut dalam Kasus E-KTP, Golkar Yogya Tak Terpengaruh

Ketua Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan kasus e-KTP telah membuat goncangan besar di partainya. Dia khawatir persidangan kasus ini yang berlangsung lama dan terus menggelinding ke publik akan berpengaruh terhadap partai. Yorrys khawatir kasus e-KTP menggerus suara Golkar dalam sejumlah agenda politik, di antaranya pemilihan kepala daerah 2018, pemilihan umum legislatif, dan pemilihan presiden 2019. “Kasus ini meresahkan kami,” kata Yorrys.

Ia pun telah mengirimkan surat resmi berisi kritik tajam terhadap kepemimpinan Setya. Yorrys mengirimkan surat resmi berjudul “Pokok-pokok Pikiran tentang Peran Golkar dalam Situasi Politik Nasional dan Kondisi Internal Golkar Pasca-100 Hari Masa Kepengurusan Munaslub 2016”. Ia melayangkan suratnya pada Senin lalu. Dalam surat itu, Yorrys mengkritik Setya yang mengabaikan prinsip kepemimpinan demokratis. Yorrys juga menyebutkan Setya memimpin partai tanpa berpijak pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

Baca: Yorrys Raweyai Khawatir Kasus E-KTP Ganggu Elektabilitas Golkar

Seperti Yorrys, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung juga khawatir atas kondisi politik dan internal partai. Menurut dia, kondisi ini mengarah pada penyelenggaraan munaslub. Apalagi, kata dia, kondisi partai saat ini kurang solid dibanding pada 2002 lalu ketika Akbar menjadi Ketua Umum Golkar dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dana nonbujeter Bulog. “Kepentingan pribadi dan transaksionalnya kuat dalam kasus ini,” ujar dia. “Tapi harapan saya tidak terjadi (munaslub).”

Setya menyatakan telah mendengarkan kabar ada gerakan menggalang dukungan munaslub. Menurut Setya, Golkar merupakan partai yang demokratis sehingga jika ada usul munaslub, itu merupakan hal yang biasa. “Kalau ada yang usul, tidak apa-apa. Golkar itu partai yang demokratis,” kata Setya ketika berkunjung ke kantor Tempo di Jakarta, Rabu lalu.

MAYA AYU PUSPITASARI | AHMAD FAIZ | HUSSEIN ABRI






Kadernya Dukung Anies Baswedan, Ini Kata PPP

8 hari lalu

Kadernya Dukung Anies Baswedan, Ini Kata PPP

PPP tak mempermasalahkan langkah sejumlah kadernya mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan.


Membaca Kode Jokowi Soal Capres Saat Pidato di HUT Perindo

18 hari lalu

Membaca Kode Jokowi Soal Capres Saat Pidato di HUT Perindo

Dalam acara ulang tahun Partai Perindo, Jokowi turut berpesan agar tidak terlalu lama mendeklarasikan Capres dan Cawapres.


Relawan Jokowi Kunjungi Partai Golkar, Ketum Projo: Ini Pertemuan Pertama Kali ke Kantor Partai Politik

18 hari lalu

Relawan Jokowi Kunjungi Partai Golkar, Ketum Projo: Ini Pertemuan Pertama Kali ke Kantor Partai Politik

Relawan Jokowi menyatakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, bukan hanya membahas soal calon presiden.


KIB Bakal Usung Ganjar Sebagai Capres Jika Tidak Diusung PDIP

27 hari lalu

KIB Bakal Usung Ganjar Sebagai Capres Jika Tidak Diusung PDIP

Bima menjelaskan, partainya telah membuka keran komunikasi informal dengan Ganjar.


Ridwan Kamil Siap Diusung Jadi Cawapres, Akhir Tahun Berlabuh ke Partai

27 hari lalu

Ridwan Kamil Siap Diusung Jadi Cawapres, Akhir Tahun Berlabuh ke Partai

Ridwan Kamil disebut-sebut sedang menjalin komunikasi intensif dengan Partai Golkar.


Ace Hasan Sebut Ridwan Kamil Intens Lakukan Pertemuan dengan Partai Golkar

30 hari lalu

Ace Hasan Sebut Ridwan Kamil Intens Lakukan Pertemuan dengan Partai Golkar

Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa Partai Golkar sudah melakukan pertemuan intens dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil


Airlangga Hartarto Bilang Jokowi Sudah Tahu Nama Capres dari KIB

35 hari lalu

Airlangga Hartarto Bilang Jokowi Sudah Tahu Nama Capres dari KIB

Menurut Airlangga Hartarto, untuk penentuan capres-cawapres, KIB selalu berkonsultasi dengan Jokowi.


Tinggalkan Partai NasDem, Wanda Hamidah Bergabung ke Partai Golkar

37 hari lalu

Tinggalkan Partai NasDem, Wanda Hamidah Bergabung ke Partai Golkar

Wanda Hamidah mengaku dipinang oleh Golkar beberapa bulan yang lalu. Menganggap Golkar tempat yang tepat untuk berjuang dan berkarya.


Airlangga Bilang Golkar Sudah Panas untuk Hadapi Pemilu 2024

41 hari lalu

Airlangga Bilang Golkar Sudah Panas untuk Hadapi Pemilu 2024

Airlangga menyebut para kadernya siap memenangkan Golkar di 514 kabupaten/kota.


Gelar Jalan Sehat, Airlangga Bilang Golkar Solid Hadapi Pemilu 2024

41 hari lalu

Gelar Jalan Sehat, Airlangga Bilang Golkar Solid Hadapi Pemilu 2024

Airlangga menjelaskan hari ulang tahun partai Golkar akan memecahkan rekor MURI yang diikuti peserta sejumlah 1,5 juta di 514 kabupaten atau kota.