Dikejar Leasing dan Bank, Korban Pandawa Group Mulai Depresi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan korban investasi bodong melaporkan Pimpinan Pandawa Group Salman Nuryanto atas dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang ke Polda Metro Jaya, Jakarta, 7 Februari 2017. TEMPO/Lani Diana.

    Puluhan korban investasi bodong melaporkan Pimpinan Pandawa Group Salman Nuryanto atas dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang ke Polda Metro Jaya, Jakarta, 7 Februari 2017. TEMPO/Lani Diana.

    TEMPO.CO, Depok - Satu per satu nasabah investasi bodong Pandawa Group, mulai depresi. Seorang korban Pandawa Group, Diana Ambarsari, mengatakan beberapa rekannya mulai depresi.

    Diana mempunyai peguyuban bernama Forum Komunikasi Korban Pandawa Group yang beranggotakan sekitar 400 orang. "Sekitar 50 persen mulai depresi," kata Diana, Kamis, 9 Maret 2017.

    Baca: Bos Pandawa Dibekingi Anggota TNI? Ini Penjelasan Polisi

    Menurut dia, anggota investasi bodong pimpinan Salman Nuryanto, itu mulai banyak yang depresi karena dikejar-kejar leasing dan bank, karena meminjam duit di sana.

    Soalnya, banyak dari korban Pandawa Group, kata dia, yang menjual dan menggadai asetnya untuk berinvestasi di sana. "Sampai sekarang belum ada ganti rugi," ujarnya.

    Baca: Korban Investasi Bodong Pandawa Group Capai 5.469 Orang

    Diana menginvestasikan duitnya ke Pandawa Group sejak Februari 2016. Total dana yang dipendam di lembaga investasi bodong tersebut mencapai Rp 289 juta.

    Ia mengungkapkan kerugian anggota Forum Komunikasi Korban Pandawa Group dari puluhan juta sampai miliaran rupiah. "Bahkan, ada satu orang yang rugi mencapai Rp 1,4 miliar," ucapnya.

    "Kami rutin berkomunikasi, agar tidak stres-stres bangat, untuk melihat perkembangan penyidikan kepolisian terhadap para tersangka."

    IMAM HAMDI

    Baca: Penipuan Pandawa, Tersangka Bertambah Jadi 22 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.