Raja Salman Betah Liburan di Bali, Wiranto: Penjagaan Harus Rapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang anggota TNI Angkatan Laut berpatroli dengan kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) jenis Catamaran ketika Raja Saudi Arabia Salman bin Abdulaziz Al Saud berlibur di perairan Nusa Dua, Bali, 7 Maret 2017. Sebanyak 6 kapal laut TNI AL termasuk KRI Sura dan KRI Hiu berpatroli dan berjaga setiap saat di kawasan perairan Nusa Dua tepatnya di belakang Hotel St. Regis dimana Raja Salman bersama keluarganya menginap. Foto: Johannes P. Christo

    Dua orang anggota TNI Angkatan Laut berpatroli dengan kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) jenis Catamaran ketika Raja Saudi Arabia Salman bin Abdulaziz Al Saud berlibur di perairan Nusa Dua, Bali, 7 Maret 2017. Sebanyak 6 kapal laut TNI AL termasuk KRI Sura dan KRI Hiu berpatroli dan berjaga setiap saat di kawasan perairan Nusa Dua tepatnya di belakang Hotel St. Regis dimana Raja Salman bersama keluarganya menginap. Foto: Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto berharap kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud hingga 12 Maret nanti tak terganggu. Dia mengatakan sudah ada prosedur fisik dan nonfisik untuk pengamanan kepala negara yang datang ke Indonesia 

    "Tentu proses pengamanan tidak bisa dijelaskan kepada masyarakat. Intinya, kita tidak boleh kecolongan tatkala ada kepala negara berkunjung," kata Wiranto di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017.

    Baca: Raja Salman Betah di Bali, Nyaman dan Nikmati Makan Tepi Pantai 

    Dia pun angkat bicara soal penangkapan sejumlah terduga teroris oleh kepolisian Malaysia baru-baru ini. Kelompok itu diindikasi merencanakan aksi teror terhadap Raja Salman saat berkunjung ke Malaysia, akhir Februari lalu. 

    Penangkapan kelompok terduga teroris yang salah satu anggotanya adalah warga negara Indonesia itu dipandang Wiranto sebagai urusan dalam negeri Malaysia. "Kita tak boleh ganggu, kecuali Malaysia meminta informasi (mengenai) pengalaman kita soal pengamanan Raja Salman," ujarnya. 

    Adapun WNI yang ikut tertangkap di Malaysia pada 21 Februari lalu itu berinisial AA, 28 tahun. AA saat ini tengah menjalani proses hukum karena diduga merencanakan teror dan terkait dengan jaringan radikal ISIS.

    Simak pula: Terdakwa Korupsi E-KTP Terima Dakwaan Jaksa

    Kementerian Luar Negeri menunggu hasil investigasi itu. Selagi diberi bantuan hukum oleh perwakilan pemerintah RI di Malaysia, AA sudah mengakui rencananya pergi ke Suriah. 

    "Sekarang kita melihat prosesnya. Tentunya, secara hukum, prinsip praduga tidak bersalah itu dipegang sampai dia dibuktikan bersalah," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha, saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Maret 2017. 

    Ia belum bisa memastikan kebenaran pemberitaan mengenai rencana teror terhadap Raja Salman. Kata Arrmanatha, tak ada pengakuan dari AA soal rencana menyerang rombongan Arab Saudi. 

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.