Guyonan Turis Arab Saudi Hebohkan Bandara Ngurah Rai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menggelar konferensi pers terkait dengan kunjungan Raja Arab Salman di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, 28 Februari 2017. Tempo/Maya

    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menggelar konferensi pers terkait dengan kunjungan Raja Arab Salman di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, 28 Februari 2017. Tempo/Maya

    TEMPO.CO, Kuta - Guyonan wisatawan Arab Saudi, Aljohani D.A yang menumpang Lion Air JT 015 tujuan Denpasar - Jakarta menghebohkan pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Rabu, 8 Maret 2017. Aljohani bergurau dengan 4 rekannya, yaitu Alharazi A.M, Alharbi K, Qasem A, dan Allihaibi tentang ledakan pesawat.

    Guyonan pada pukul 18.10 Wita itu ketika pesawat Lion Air bergerak menuju landasan untuk persiapan take off Denpasar-Jakarta. Akibatnya pesawat tidak jadi berangkat dan kembali ke apron bandara.

    "Ada penumpang yang bercanda pesawat akan meledak. Penumpang lain yang mendengar segera melaporkan kepada kru pesawat dan pilot memutuskan untuk kembali ke apron," kata Kepala Hubungan Masyarakat Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, Rabu, 8 Maret 2017.

    Baca: Raja Arab ke Bali: Pesan 7 Hotel, Tarif Rp 20 Juta per Malam 

    Informasi yang dihimpun, ucapan Aljohani dalam bahasa Inggris mengejutkan salah satu penumpang asal Filipina, Kliengene. Sontak Kliengene cemas dan melaporkannya ke kru pesawat. Saat kru pesawat bertanya kepada Aljohani, dijawab hanya bercanda. Namun pesawat tetap tidak jadi diterbangkan.

    Selanjutnya Pukul 18.45 Wita Aljohani bersama saksi-saksi diperiksa di Pangkalan Udara Ngurah Rai. Pemeriksaan itu termasuk barang-barang mereka. Selanjutnya pada pukul 20.53 Wita pemeriksaan dilanjutkan oleh pihak kepolisian di Hotel G'Sign Style. Guyonan wisatawan Arab Saudi itu sempat mengganggu aktivitas penerbangan. "Delayed ada 11 penerbangan, 7 international dan 4 domestik," ujar Arie.

    Baca: Jokowi Akan Jemput Langsung Raja Salman di Bandara

    Kejadian itu membuat Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammad Abdullah Al Shuaibi turun tangan untuk menemui warga negaranya itu. Pukul 23.30 Wita, Osama tiba di Hotel G'Sign dengan Mercy E200 B 1884 STA. Saat memasuki hotel, Osama terllihat kurang nyaman saat berhadapan dengan awak media.

    Osama sempat mengambil handphone milik salah satu wartawan media online Puji Sukiswanti. Namun Sukiswanti berhasil merebut lagi ponselnya. Ketika akan menaiki lift, Osama juga sempat mencengkram tangan kiri wartawan Raiza Andini. Lagi-lagi Osama terlihat berusaha mengambil handphone milik seorang awak media.

    Pada pukul 00.17 Wita Osama meninggalkan hotel sambil didampingi Wakapolda Bali Brigadir Jenderal I Gede Alit Widana. Di hadapan awak media Osama mengatakan bahwa pengunjung dari Arab Saudi yang ke Indonesia selalu aman dan baik-baik saja.

    "Kejadian tadi hanya salah dengar oleh penumpang yang dekat warga Arab Saudi. Dari (warga negara) Filipina mendengar kata bom tapi itu salah tidak ada kata seperti itu," tuturnya. "Mereka dari Arab Saudi tidak ada yang bisa Bahasa Inggris."

    "Tidak ada bukti apa-apa. Setelah BAP tidak ada masalah dan bisa lanjutkan perjalanan," kata dia. "Kebetulan Raja Salman ada di Bali makanya agak ketat menjaga situasi di mana-mana dengan polisi."

    Baca: Kunjungan Raja Arab: Bertemu Jokowi, ke DPR dan Istiqlal

    Adapun Wakapolda Bali Brigadir Jenderal I Gede Alit Widana memastikan kejadian itu murni hanya miskomunikasi. "Warga Arab diizinkan ke Jakarta tidak dideportasi. Tidak ada masalah sudah kami check seluruhnya," tuturnya. Ia menegaskan bahwa warga negara Arab Saudi itu bukan rombongan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yang sedang menikmati liburan di Bali.

    "Mereka hanya wisatawan Arab. Sudah kami periksa semua warga Arab, Filipina, dan pihak maskapai. Mudah-mudahan besok (Kamis, 9 Maret) pukul 10.00 Wita mereka (warga Arab Saudi) sudah bisa lanjut ke Jakarta, tujuan untuk berlibur," tuturnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.